Rabu, 22 April 2026

Berita Luar Negeri

Empat Kota Ini Jadi Sasaran Empuk Bila Rusia Menyerang Ukraina

Rusia saat ini diketahui telah menempatkan pasukan tempur dengan jumlah yang signifikan di Belarusia, Krimea, serta di laut

Editor: Muhammad Hadi
KEMENTERIAN PERTAHANAN RUSIA via AP
Foto dari video yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat (4/2/2022) menunjukkan sejumlah kendaraan peluncur roket menembak dalam latihan militer bersama Belarus dan Rusia di Brestsky. 

Empat Kota Ini Jadi Sasaran Empuk Bila Rusia Menyerang Ukraina 

SERAMBINEWS.COM - Ketengangan antara Rusia dengan Ukraina belum mereda.

Bahkan Ukraina bisa menjadi sasaran empuk bila Rusia memutuskan menyerang negara itu.

Ada empat kota yang bakal menjadi sasaran Rusia bila negara pimpinan Vladimir Putin itu memutuskan untuk menyerang.

Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah memberitahu para sekutunya bahwa Rusia kemungkinan akan menargetkan tiga kota lain di luar Kyiv ketika invasi berlangsung.

Para pejabat aliansi Barat yang berbicara secara anonim menyebutkan bahwa kota-kota yang kemungkinan akan menjadi target adalah Kharkiv di timur laut serta Odessa dan Kherson di selatan.

Baca juga: Dua Tentara Tewas, Ini Tanggapan Militer Ukraina dan Separatis Pro Rusia

Melansir Bloomberg, para sumber mengatakan bahwa perkiraan tersebut didasarkan pada informasi terperinci tentang jenis pasukan dan kemampuan Rusia saat ini di dekat Ukraina, serta bagaimana mereka mungkin siap untuk bertindak dari berbagai lokasi.

Rusia saat ini diketahui telah menempatkan pasukan tempur dengan jumlah yang signifikan di Belarusia, Krimea, serta di laut.

Rusia juga mendukung separatis di Ukraina timur meskipun membantah mempersenjatai mereka.

Pada hari Jumat (18/2/2022), Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa dia sekarang yakin Rusia telah memutuskan untuk bergerak melawan Ukraina dan invasi akan terjadi dalam beberapa hari.

Rusia terus menyangkal rencananya untuk menyerang Ukraina dan mengatakan telah menarik pasukan kembali dari daerah dekat perbatasan.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga sempat mengindikasikan bahwa penumpukan pasukan Rusia sebagian dimaksudkan untuk menekan Barat atas tuntutannya akan jaminan keamanan.

Baca juga: Presiden Rusia Awasi Langsung Latihan Militer dengan Kekuatan Nuklir

Kementerian Pertahanan Belarusia pada hari Minggu (20/2) mengumumkan latihan militer dengan Rusia akan diperpanjang sampai waktu yang belum dipastikan.

Latihan gabungan ini awalnya dijadwalkan berakhir pada hari Minggu.

NATO memperkirakan ada sekitar 30.000 pasukan Rusia yang terlibat dalam latihan tersebut dan saat ini masih berada di Belarusia. 

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved