Breaking News:

Internasional

Israel Batalkan Rencana Pembangunan Taman Gunung Zaitun, Usai Protes dari Gereja

Pemerintah Israel, Senin (21/2/2022) mundur dari rencana kontroversial membangun Taman Gunung Zaitun. Otoritas Taman dan Alam Israel mengatakan

Editor: M Nur Pakar
AP/Mahmoud Illean
Kota Tua Yerusalem terlihat dari Bukit Zaitun, di Jerusalem Timur, Senin (21/2/2022) 

Dimana, akan disetujui pada 2 Maret 2022 oleh Komite Perencanaan Jerusalem.

Baca juga: Pemukim Yahudi Teror Warga Palestina di Jerusalem, Rusak Ban Mobil

Pihak berwenang mengatakan tidak memiliki niat memajukan rencana tersebut dan tidak siap berdiskusi tanpa koordinasi dan komunikasi dengan semua pejabat terkait.

Termasuk gereja-gereja di daerah tersebut.

Kelompok hak asasi Israel dan aktivis perdamaian telah mengecam rencana itu.

Mereka menuduh otoritas Israel meminggirkan penduduk Palestina dan meningkatkan signifikansi agama dan nasional Yahud di Bukit Zaitun.

Kelompok hak asasi Bimkom, Emek Shaveh, Ir Amim dan Peace Now mengeluarkan pernyataan bersama dengan mengatakan:

"Memperluas Taman Nasional Tembok Jerusalem untuk memasukkan Bukit Zaitun bagian dari berbagai mekanisme Israel di Jerusalem Timur memperkuat posisinya."

"Bahkan, memerpluas kedaulatan untuk meminggirkan kehadiran non-Yahudi dan mencegah perkembangan lingkungan Palestina."

"Sehingga, akan ada tekanan kuat untuk mendorong mereka keluar dari lembah Kota Tua.”

Israel merebut Jerusalem Timur dan situs suci Yahudi, Kristen dan Muslim dalam perang Timur Tengah 1967.

Kemudian, mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional.

Kota suci adalah pusat emosional dari konflik Israel-Palestina selama lebih dari satu abad.

Baca juga: Israel Bekukan Rencana Pembangunan Pemukiman Yahudi di Bekas Bandara Jerusalem Timur

Bahkan perubahan kecil pada status quo yang rapuh di Jerusalem berpotensi meletus menjadi kekerasan.

Orang-orang Palestina mencari Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara merdeka di masa depan.

Sementara Israel menganggap kota itu sebagai ibu kota bersatu.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved