Update Coroba di Aceh

Pasien Covid-19 yang Dirawat di RSUD Terus Bertambah , Total Capai 97 Orang

Sementara RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh, masih kosong, atau belum ada pasien covid 19 yang dirawat/diisolasi. Namun begitu, kata Hanif, tambahan kasus

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/ MASRIZAL
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif usai pertemuan tertutup dengan Panglima TNI dan Kapolri di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa (2/11/2021). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Kesehatan Aceh menyatakan, jumlah pasien covid 19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), terus bertambah, termasuk di RSUZA.

Pasien covid yang dirawat di RSUZA per tanggal 21 Februari 2022, bertambah 10 orang, dari 26 orang menjadi menjadi 36 orang.

“Selain RSUZA, ada beberapa RSUD lainnya, yang  tambahan pasiennya juga banyak, di antaranya RSUD Aceh Tamiang, bertambah 7 orang dari 3 orang menjadi 10 orang,” kata Kadinkes Aceh, dr Hanif kepada Serambinews.com, Senin (22/2/2022) di Banda Aceh.

Selanjutnya, sebut Hanif, di RSUD Datu Beru, Takengon, Aceh Tengah yang dirawat sudah ada 6 orang, di RS Tk IV IM Lhokseumawe ada 12 orang, RS Tk II IM lainnya ada 9 orang, RSUD Ali Kasim, Muhammad Ali Kasim, Gayo Lues ada 5 orang, RSUD Kota Subulussalam lainnya, masing-masing ada 1 orang.

96.829 Orang Divaksin Covid-19 Selama 174 Hari Pelaksanaan, Satgas Apresiasi Antusiasme Warga

Sementara RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh, masih kosong, atau belum ada pasien covid 19 yang dirawat/diisolasi. Namun begitu, kata Hanif, tambahan kasus covid 19 per tanggal 21 Februari 2022 kemarin, dari 59 orang tambahannya, terbanyak pertama di Kota Banda Aceh mencapai 19 orang, kedua Aceh Besar 15 orang dan ketiga Aceh Tamiang 14 orang.

Sampai saat ini, ungkap Hanif, dari 31 RSUD pemerintah yang ada di 23 kabupaten/kota, baru 11 RSUD yang telah merawat pasien covid 19 sebanyak 97 orang, selebihnya 22 RSUD lagi, masih kosong ruang rawat inap pinere.

Pulang dari Luar Daerah, Puluhan Warga Bireuen Positif Terjangkit Covid-19

Kenapa jumlah orang yang dirawat di RSUD masih sedikit, padahal kasus aktif covid 19 nya cukup banyak mencapai 788 orang, hal ini dikarenakan rasa sakit covid- 19 pada tahun 2022 ini, tidak lagi seberat pada awal penyebaran virus corona pada tahun 2019 dan 2020.

Imunitas atau kekebalan tubuh masyarakat terhadap virus corona, setelah angka vaksinasi dosis I masyarakat Aceh sudah menembus angka sebesar 90,1 persen, sudah semakin tinggi.

Mereka yang terpapar virus corona, hanya minta istrahat dan isolasi di rumah secara mandiri. Alasannya, karena dampak dari paparan virus corona cuma flu dan batuk ringan. Obatnya istrahat di rumah, kemudian minum obat batuk dan flu, serta vitamin, sakitnya bisa sembuh.

Tujuan dari pemerintah mengajak masyarakat pada tahun 2021 lalu, untuk melaksanakan vaksin dosis I, tegas Hanif, adalah untuk meningkatkan imunitas tubuh masyarakat dan lingkungan menjadi lebih tahan terhadap serangan virus corona.

Vaksin itu, untuk menguatkan tubuh dari serangan virus coronya.  Ketika diri kita terpapar virus corona, rasa sakitnya tidak lagi berat, melainkan sudah ringan, karena di dalam tubuhnya sudah ada vaksin covid yang bisa melawan virus corona yang masuk ke dalam tubuh, melalui hidung dan pernapasan.

Namun begitu, karena anjuran dokter ahli virus corona, vaksin tidak cukup satu kali, melainkan harus dua sampai tiga kali, untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan virus corona, makanya pemerintah melanjutkan penyelenggaraan vaksin covid 19 sampai dosis II dan III.

Hanif mengatakan, angka vaksin dosis II masyarakat Aceh masih rendah, baru sebesar 46,1 persen. Dari 23 kabupaten/kota, angka dopsis II vaksinnya yang sudah tinggi bartu Kota Banda Aceh sudah mencapai 78,5 persen dan dosis I nya  112,3 persen.

Kalau dilihat dari angka vaksin dosis I dan II Kota Banda Aceh, sudah tinggi, kata Hanif, makanya ketika angka kasus covid 19 nya, tertinggi di Aceh, tapi jumlah masyarakatnya yang terpapar virus corona, yang di rawat di RSUD, masih sedikit. Buktinya RSUD Meuraxa, sampai kini belum ada merawat pasien covid 19.

Belajar pengalaman dari realisasi angka vaksin Kota Banda Aceh, yang dosis I dan II nya, sudah tergolong tinggi, kata Hanif, daerah yang angka vaksin dosis II  masyarakatnya masih rendah, Tim Satgas Vaksin daerah setempat diminta menggerakkan kembali masyarakat untuk mau vaksin dosis II dan III.

Untuk sementra ini, angka vaksin terendah dosis II ada di Aceh Utara baru sebesar 30,3 persen, sementara vaksin dosis I nya sudah mencapai angka 84,6 persen.

Selanjutnya Pidie angka vaksin dosis II nya baru sebesar 32,6 persen, angka dosis vaksin I nya sudah mencapai 87,5 persen. Kemudian Bireuen angka  vaksin dosis II nya baru serbesr 37,6 persen, sedangkan angka vaksin dosis I nya sudah mencapai 89,5 persen.

Karena kesadaran masyarakata kita untuk vaksin, rata-rta sudah tinggi, kata hanif, kami minta Tim Satgas Vaksin di Gampong, Kecamatan dan kabupaten/Kota, kembali menggerakkan masyarakatanya untuk melakukan vaksin dosis II, agara angka vaksin dosis II Aceh, yang sekarang hanya sebesra 46,1 persen, bisa naik mencapai di atas 80 persen, supaya tingkat imunitas individu, kelompok dan lingkungan di Aceh semakin kuat dan tinggi.

“Seruan ini kami sampaikan, karena pandemi covid 19 di Aceh, belum berakhir. Untuk itu, mari kita tingkatkan kegiatan vaksin dosis II, agar dalam pelaksanaan ibadah puasa kita pada bulan Ramadhan nanti, penuh keberkahan, bisa lebih tenang, aman, nyaman dan khusuk dalam melaksanakan sholat tarawih dan witirnya,” ujar Hanif.(*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved