Kamis, 9 April 2026

Internasional

Turki Kritik Keputusan Rusia Akui Dua Wilayah Separatis di Ukraina Timur

Pemerintah Turki, Selasa (22/2/2022) mengkritik keputusan Rusia mengakui kemerdekaan dua wilayah separatis di Ukraina Timur.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Aris Messinis
Asap mengepul di Kota Schastia, dekat kota Lugansk di Ukraina Timur pada Selasa (22/2/2022) 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Pemerintah Turki, Selasa (22/2/2022) mengkritik keputusan Rusia mengakui kemerdekaan dua wilayah separatis di Ukraina Timur.

Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan keputusan Rusia tidak dapat diterima dan harus ditolak.

Menteri Luar Negeri AS Antony J. Blinken berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba untuk menegaskan kembali dukungan AS untuk Ukraina.

Gedung Putih mengeluarkan perintah eksekutif untuk membatasi investasi dan perdagangan di wilayah separatis.

Juga akan ada langkah-langkah tambahan, kemungkinan sanksi akan diumumkan pada Selasa (22/2/2022), seperti dilansir AP.

Sanksi itu tidak tergantung pada apa yang telah disiapkan Washington jika terjadi invasi Rusia.

Baca juga: Perdana Menteri Inggris Nilai Presiden Rusia Berpikir Tidak Logis, Rencana Invansi ke Ukraina

Sementara itu, di PBB pertemuan darurat Dewan Keamanan (DK) digelar oleh Ukraina, AS, dan enam negara lainnya.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengatakan Amerika Serikat dan sekutu Barat menghasut Ukraina menuju provokasi bersenjata.

Dia menuduh Ukraina meningkatkan penembakan tajam di daerah pemukiman di wilayah separatis selama akhir pekan lalu.

Duta Besar Ukraina untuk PBB menuntut agar Rusia membatalkan pengakuannya atas kemerdekaan wilayah separatis.

Dia berharap segera menarik pasukan pendudukan yang dikirim ke sana oleh Putin dan kembali ke negosiasi.

Baca juga: Rusia Akui Dua Wilayah Separatis Ukraina Sebagai Negara Merdeka, Diduga Jadi Jalur Serang Ukraina

Sergiy Kyslytsya mengutuk keputusan "ilegal dan tidak sah" Putin untuk mengakui wilayah Donetsk dan Luhansk.

Cina, sekutu tradisional Rusia, terdengar nada hati-hati, menyerukan menahan diri dan solusi diplomatik untuk krisis.

Ukraina dan Barat telah menuduh Rusia mendukung separatis dengan senjata dan pasukan.

Tetapi Moskow membantahnya, dengan mengatakan orang Rusia yang bertempur di sana adalah sukarelawan.(*)

Baca juga: Krisis Ukraina-Rusia Mulai Guncang Pasar Energi Global, Harga Melambung

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved