Kamis, 7 Mei 2026

Internasional

Produsen Migas Dunia Peringatkan Krisis Ukraina Picu Lonjakan, Harga Gas di 'Tangan Tuhan'

Negara-negara produsen migas dunia tidak dapat menjamin harga atau pasokan akan terus lancar. Hal itu dilontarkan pada pertemuan puncak yang

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/KARIM JAAFAR
Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani (tengah), menjadi tuan rumah pertemuan puncak Forum Negara Pengekspor Gas, membahas krisis Ukraina di Doha, Selasa (22/2/2022). 

SERAMBINEWS.COM, DOHA - Negara-negara produsen migas dunia tidak dapat menjamin harga atau pasokan akan terus lancar.

Hal itu dilontarkan pada pertemuan puncak yang dibayangi memburuknya krisis Ukraina yang telah mendorong harga ke rekor tertinggi di Eropa pada Selasa (22/2/2022).

Emir Qatar, yang menjadi tuan rumah pembicaraan, mengatakan produsen gas bekerja untuk memastikan pasokan yang kredibel dan andal.

Dilansir AFP, pada hari yang sama kekhawatiran Eropa atas pengiriman dari Rusia semakin terpukul.

Setelah Jerman menghentikan proyek pipa Nord Stream 2 dari Rusia.

Menteri energi negara Teluk mengatakan akan membantu Eropa sebanyak mungkin.

Tetapi harga yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dibayarkan oleh konsumen Eropa berada "di tangan Tuhan".

Para pemimpin dan menteri dari Forum Negara Pengekspor Gas yang beranggotakan 11 orang bertemu.

Setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui dua wilayah Ukraina yang memisahkan diri.

Baca juga: Krisis Ukraina-Rusia Mulai Guncang Pasar Energi Global, Harga Melambung

Dengan Rusia sebagai anggota kunci forum eksportir, krisis Ukraina tidak disebutkan dalam pembicaraan, kata para pejabat, atau pernyataan akhir.

Menteri Energi Rusia Nikolay Shulginov tidak mengacu pada ketegangan tersebut.

Tetapi dia mengatakan kepada forum perusahaan Rusia berkomitmen penuh pada kontrak yang ada untuk pasokan gas.

Amerika Serikat telah meminta Qatar untuk membantu Eropa jika pasokan Rusia dipotong.

Tetapi Menteri Energinya Saad Sherida al-Kaabi mengatakan negaranya tidak dapat menyelamatkan Eropa sendirian.

Rusia menyumbang sekitar 40 persen dari pasar Eropa dan Qatar lima persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved