Jumat, 1 Mei 2026

Internasional

Rusia Kosongkan Staf Kedutaan Besar dan Warganya di Ukraina, Sinyal Perang Dikobarkan

Pemerintah Rusia mulai mengevakuasi Kedutaan Besar di Kiev dan warganya untuk meninggalkan Ukraina pada Rabu (23/2/2022).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Sergei SUPINSKY
Mariana Jaglo, ibu tiga anak, berbicara di telepon sambil memegang senapan panjang Z-15 - Zbroyar saat wawancara di dapur flatnya di Kiev pada 28 Januari 2022. 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Pemerintah Rusia mulai mengevakuasi Kedutaan Besar di Kiev dan warganya untuk meninggalkan Ukraina pada Rabu (23/2/2022).

Kawasan itu bersiap untuk konfrontasi lebih lanjut setelah Presiden Vladimir Putin menerima otorisasi menggunakan kekuatan militer di luar negaranya.

Barat telah menanggapi dengan sederatan sanksi ke Rusia.

Harapan untuk jalan keluar diplomatik dari perang baru yang berpotensi menghancurkan Eropa tampaknya tenggelam.

Usai AS dan sekutu utama Eropa menuduh Moskow pada Selasa (22/2/2022) melanggar garis merah dengan mengakui dua wilayah separatis sebagai invasi.

Rusia mulai menarik personel dari pos diplomatiknya di Ukraina, kantor berita negara Tass melaporkan pada Rabu (23/2/2022).

Baca juga: Presiden Ukraina Desak Warganya Tidak Panik, Usai Rusia Akui Kemerdekaan Wilayah Separatis

Langkah itu dilakukan setelah Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan rencana untuk mengungsi, mengutip ancaman terhadap Rusia di Ukraina.

Pada saat yang sama, Ukraina mendesak warganya untuk meninggalkan Rusia.

Saat kawasan itu bersiap menghadapi konfrontasi militer, dengan sekitar 150.000 tentara Rusia dikerahkan di sekitar perbatasan Ukraina.

Pada Rabu (23/2/2022) sore, bendera Rusia tidak lagi berkibar di atas kedutaan di Kiev, menurut seorang fotografer Associated Press (AP).

Polisi Ukraina telah mengepung gedung kedutaan besar Rusia.

Setelah berminggu-minggu mencoba memproyeksikan ketenangan, pihak berwenang Ukraina mengisyaratkan kekhawatiran yang meningkat pada Rabu (23/2/2022).

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyarankan agar tidak melakukan perjalanan ke Rusia.

Bahkan, merekomendasikan siapapun di sana segera pergi, dengan mengatakan agresi Moskow dapat menyebabkan pengurangan layanan konsuler.(*)

Baca juga: Turki Kritik Keputusan Rusia Akui Dua Wilayah Separatis di Ukraina Timur

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved