Internasional
Presiden China Ingin Satukan Kembali Taiwan Secara Damai, Opsi Militer Masih Berlaku
Presiden China Xi Jinping telah menekankan penyatuan kembali Taiwan secara damai demi kepentingan terbaik kedua belah pihak.
SERAMBINEWS.COM, BEIJING - Presiden China Xi Jinping telah menekankan penyatuan kembali Taiwan secara damai demi kepentingan terbaik kedua belah pihak.
Kantor Urusan Taiwan tingkat Kabinet China secara rutin mengeluarkan ancaman kemarahan.
Khususnya, untuk menghancurkan langkah-langkah politisi Taiwan yang terus mendorong negara merdeka, meskipun hanya tersisa 14 sekutu diplomatik.
China tidak mengesampingkan opsi militer atau kekuatan jika diperlukan untuk mencapai reunifikasi.
Dilansir AFP, Jumat (25/2/2022), untuk saat ini, aksi militer China masih tidak mungkin dilaksanakan.
"Kejadian di Ukraina memiliki efek kecil pada perhitungan Beijing," kata Li Minjiang, pakar hubungan internasional China di Universitas Teknologi Nanyang Singapura.
Baca juga: Konflik Rusia vs Ukraina, China Sindir AS Beri Sanksi Rusia Justru Ciptakan Ketegangan
“Pengaruh eksternal pada keputusan China atas Taiwan minimal,” kata Li.
Dia menambahkan China akan terus menggunakan kampanye informasi dan bujukan damai untuk mempengaruhi opini publik di Taiwan.
Dikatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin berbeda dari Xi Jinping yang sebelumnya menggunakan kekerasan terhadap negara lain, seperti tetangga Georgia.
Profesor Universitas Tamkang itu menyatakan Xi Jinping agak kuat, tetapi dia suka meningkatkan aktivitas militer, daripada memulai perang.
Di Taipei, ibu kota yang ramai, penjual Peter Chiang meragukan China akan menyerang.
“Saya pikir bahkan secara internal, mereka tidak begitu stabil saat ini,” katanya.(*)
Baca juga: Putra Mahkota Abu Dhabi dan Presiden Mesir Temui Presiden China di Beijing
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/1111presiden-china-xi-jinping.jpg)