Jumat, 8 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Rusia Kalah di 3 Kota Ukraina, Gagal Duduki Semua Wilayah

Sementara itu, beberapa kota besar lainnya dikepung dari berbagai sisi, tetapi dapat terlindungi dan dipertahankan secara efisien.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Aris Messinis / AFP
Seorang pria menangis di tubuh seorang jenazah di luar gedung yang hancur setelah pemboman di kota Chuguiv di Ukraina timur pada 24 Februari 2022, ketika angkatan bersenjata Rusia mencoba menyerang Ukraina dari beberapa arah, menggunakan sistem roket dan helikopter untuk menyerang posisi Ukraina di selatan, kata dinas penjaga perbatasan. Pasukan darat Rusia hari ini menyeberang ke Ukraina dari beberapa arah, kata dinas penjaga perbatasan Ukraina, beberapa jam setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan peluncuran serangan besar-besaran. Tank Rusia dan alat berat lainnya melintasi perbatasan di beberapa wilayah utara, serta dari semenanjung Krimea yang dicaplok Kremlin di selatan, kata badan tersebut. 

Pesawat militer Rusia juga jatih di Cherkasy, tetapi pilotnya melontarkan diri.

Perang Rusia vs Ukraina hingga Jumat (25/2/2022) telah menewaskan 137 tentara Ukraina, sedangkan 360 lainnya luka-luka.

Baca juga: Sosok Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Dulu Pelawak, Kini Berani Lawan Serangan Militer Rusia

Baca juga: Tangis Pilu Nenek di Ukraina, Selamat dari Bom Rusia Meski Luka Parah, Ngaku Diselamatkan Malaikat

Inggris: Rusia Ingin Duduki Semua Wilayah Ukraina

Rusia bermaksud menduduki semua wilayah Ukraina tetapi gagal mencapai tujuannya pada hari pertama.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace pada Jumat (25/2/2022), sebagaimana dilansir Reuters.

Pada Kamis (24/2/2022), Presiden Rusia Vladimir Putin merestui serangan ke Ukraina dengan mengumumkan operasi militer khusus.

Pasukan Rusia lantas melancarkan invasi melalui darat, udara, dan laut pada Kamis menyusul deklarasi Putin.

Sejumlah rudal menghantam ibu kota Ukraina, Kiev, pada Jumat ketika pasukan Rusia semakin mendekat ke sana,

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy meminta masyarakat internasional untuk berbuat lebih banyak, dengan mengatakan sanksi yang diumumkan sejauh ini tidak cukup.

"Ini jelas pandangan kami bahwa Rusia berniat untuk menyerang seluruh Ukraina," kata Wallace kepada Sky.

Wallace menyebut bahwa Putin, pemimpin tertinggi Rusia sejak 1999, sebagai orang yang tidak masuk akal.

"Tidak ada orang waras yang akan melakukan apa yang kita lihat di layar televisi hari ini," imbuh Wallace.

Wallace berujar, tentara Rusia telah gagal untuk mencapai salah satu tujuan utamanya.

 
Pernyataan tersebut bertentangan dengan Kementerian Pertahanan Rusia yang mengatakan telah mencapai semua tujuan utamanya pada hari pertama operasi militer.

"Berlawanan dengan klaim besar Rusia, dia benar-benar salah. Dan tentara Rusia telah gagal untuk mencapai, pada hari pertama, tujuan utamanya," kata Wallace.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved