Rabu, 8 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Terungkap Alasan Rusia Ingin Menguasai Chernobyl dari Ukraina

Pasukan Ukraina pada Kamis (24/2/2022) gagal mempertahankan fasilitas pembangkit nuklir Chernobyl dari serangan Rusia.

Editor: Faisal Zamzami
santafenewmexican.com
ILUSTRASI (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl setelah meledak pada 26 April 1986) - Berikut empat pakar nuklir Iran yang tewas dibunuh. Dugaan kuat, aksi tersebut dilakukan Mossad, dinas rahasia Israel. 

SERAMBINEWS.COM - Pasukan Ukraina pada Kamis (24/2/2022) gagal mempertahankan fasilitas pembangkit nuklir Chernobyl dari serangan Rusia.

Kini lokasi kecelakaan nuklir terburuk di dunia dan masih radioaktif tersebut berada di tangan Rusia.

"Pembela kami memberikan hidup mereka sehingga tragedi 1986 tidak akan terulang," cuit Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky sebelum pembangkit listrik tenaga nuklir yang mati itu direbut pasukan Rusia.

Lantas mengapa Moskow menginginkan Chernobyl, fasilitas pembangkit nuklir yang tidak beroperasi serta dikelilingi area radioaktif ini?

Jawabannya adalah faktor geografi.

Chernobyl atau Chornobyl adalah nama sebuah kota yang terletak di utara Ukraina dekat perbatasan dengan Belarus.

Kota Chernobyl ditinggalkan penghuninya setelah bencana ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir yang dinamai sama dengan lokasinya.

Dilansir Reuters, Chernobyl berada di rute terpendek dari Belarusia ke Ibu Kota Ukraina Kyiv. 

Artinya, dengan menguasai Chernobyl, pasukan Rusia akan lebih mudah bergerak melakukan invasi.

  
Dalam merebut pembangkit nuklir ini, analis militer Barat mengatakan Rusia hanya menggunakan rute invasi tercepat dari Belarus ke Kyiv.

"Itu adalah cara tercepat dari A ke B," kata James Acton dari lembaga pemikir Carnegie Endowment for International Peace.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jack Keane mengatakan, Chernobyl tidak memiliki signifikansi militer.

Kendati demikian, lokasinya terletak di rute terpendek dari sekutu dekat Rusia, Belarus ke Kyiv.

Hal ini, kata Keane, merupakan target dari strategi Moskow untuk menggulingkan pemerintah Ukraina.

Keane menyebut rute itu sebagai salah satu dari empat "sumbu" yang digunakan pasukan Rusia untuk menyerang Ukraina, termasuk vektor kedua dari Belarusia, maju ke selatan ke Kota Kharkiv di Ukraina, dan dorongan ke utara dari Krimea yang dikuasai Rusia ke Kota Kherson.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved