Sabtu, 11 April 2026

Internasional

Pemimpin Chechnya Minta Rakyat Ukraina Gulingkan Pemerintahan, Jika Terwujud, Perang Dapat Berakhir

Pemimpin wilayah Chechnya Rusia, Ramzan Kadyrov mendesak rakyat Ukraina menggulingkan pemerintahan.

Editor: M Nur Pakar
Reuters/Al Arabiya
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov (tengah) dalam balutan seragam militer Rusia. 

SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Pemimpin wilayah Chechnya Rusia, Ramzan Kadyrov mendesak rakyat Ukraina menggulingkan pemerintahan.

Dia menyatakan, jika hal tersebut dapat diwujudkan, maka perag Rusia dan Ukraina dapat diakhiri saat itu juga.

Kadyrov merilis video saat pasukan Rusia menggempur kota-kota Ukraina dengan artileri dan rudal jelajah pada
Sabtu (26/2/2022) atau hari ketiga perang.

Presiden Volodymyr Zelenskiy juga mengatakan ibu kota Kiev masih tetap berada di tangan Ukraina.

Sebuah video pendek yang diterbitkan oleh saluran berita Rusia yang didukung negara RT pada Jumat (25/2/20220,
ribuan pejuang Chechnya berkumpul di alun-alun utama ibukota wilayah itu, Grozny.

Dilaporkan, hal itu untuk menunjukkan kesiapan untuk bertempur di Ukraina, membantu pasukan Rusia.

Baca juga: Citra Satelit Menunjukkan Rusia Kerahkan Pasukan Darat Secara Besar-besaran ke Ibu Kota Ukraina

Tidak segera jelas apakah para pejuang itu, yang berjumlah sekitar 12.000 menurut RT, telah dikerahkan ke Ukraina.

RT mengatakan sedang menunggu perintah dari Putin untuk masuk.

Dilansir Reuters, Minggu (27/2/2022), sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin itu mengatakan pejuang Chechnya telah
dikerahkan ke Ukraina,

Dia juga mendesak rakyat Ukraina untuk menggulingkan pemerintah mereka.

Dalam sebuah video yang diposting online, Kadyrov membual, unit-unit Chechnya tidak mengalami kerugian.

Dia mengatakan pasukan Rusia dapat dengan mudah merebut kota-kota besar Ukraina, termasuk ibu kota Kiev.

Tetapi, katanya, tugas mereka menghindari hilangnya nyawa.

Baca juga: Rusia Akui Ada Pasukannya yang Tewas dan Terluka di Ukraina, Tapi Tak Sebutkan Jumlahnya

"Kami tidak memiliki satu korban pun, atau terluka, tidak seorang pun bahkan mengalami pilek," kata Kadyrov.

Dia menyangkal apa yang dia katakan sebagai laporan palsu tentang korban dari sumber-sumber Ukraina.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved