Berita Banda Aceh

Ketulian Harus Dicegah Sejak Dini

Perhimpunan Dokter Ahli Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (Perhati-BKL) Cabang Aceh serta Komite Daerah Penanggulangan

Editor: bakri
Dok Pribadi
Ketua Komda PGPKT Provinsi Aceh dr Lily Setiani Sp THTBKL Subsp LF(K) 

BANDA ACEH - Perhimpunan Dokter Ahli Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (Perhati-BKL) Cabang Aceh serta Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komda PGPKT) Provinsi Aceh bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh memperingati World Hearing Day (WHD) atau Hari Pendengaran Sedunia setiap tanggal 3 Maret.

Kegiatan ini dipusatkan di Kota Sabang, 1-3 Maret 2022.

Tahun ini, WHD mengusung tema to hear for life, listen wits care (mendengar untuk seumur hidup, mendengar dengan hati-hati).

Ketua Komda PGPKT Provinsi Aceh, dr Lily Setiani SpTHT-KL (K) kepada Serambi, Senin (28/2/2022) mengatakan, kegiatan yang meliputi workshop dan pelatihan ini yang ditujukan untuk dokter umum, perawat dan bidan pada Puskesmas se-Kota Sabang.

Dokter Lily Setiani mengatakan, momen ini bertujuan melatih tenaga kesehatan agar mampu mendeteksi secara dini terjadinya gangguan pendengaran baik pada bayi maupun pada anak sehingga cepat tertangani dengan baik.

"Jika gangguan pendengaran pada bayi dan anak terdeteksi secara dini, maka kita dapat melakukan intervensi dalam rentang waktu masa emas perkembangan anak sehingga kasus ketulian pada anak dapat dicegah," katanya.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama pihaknya juga memberikan penyuluhan tentang kesehatan telinga dan pendengaran, bersih-bersih telinga (BBT), pemeriksaan telinga dan skrining gangguan pendengaran yang dilakukan pada siswa SD dan SMA di Kota Sabang.

Prodi Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Perhimpunan Ahli Penyakit THT-KL Indonesia memperingati Hari Kanker Se-Dunia di Pusdiklat Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, (4/2/2022)
Prodi Kesehatan THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Perhimpunan Ahli Penyakit THT-KL Indonesia memperingati Hari Kanker Se-Dunia di Pusdiklat Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, (4/2/2022) (For Serambinews.com)

Kemudian dilanjutkan acara puncak yang dilaksanakan di Tugu Kilometer Nol dan Alun-alun Kota Sabang yaitu sosialisasi tentang pentingnya pencegahan gangguan pendengaran akibat bising kepada masyarakat.

Baca juga: Perhati-BKL Aceh dan Komda PGPKT Provinsi Aceh Ingatkan Warga Pentingnya Jaga Ketulian di Usia Dini

Baca juga: Hari Kanker, Prodi THT-KL Fakultas Kedokteran USK Adakan Operasi Kanker Tiroid dan Kuliah Umum

Dokter Lily Setiani menyebutkan, berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2019 diperkirakan terdapat sekitar 466 juta orang di dunia mengalami gangguan pendengaran dimana 34 juta diantaranya merupakan kelompok anak-anak.

Sebanyak 360 juta atau sekitar 5,3 persen penduduk dunia mengalami ketulian.

Jika tidak dicegah diperkirakan pada tahun 2050 terdapat lebih dari 900 juta orang atau setiap satu dari sepuluh orang didunia menderita gangguan pendengaran.

"Sebanyak 1 miliar anak muda terkena risiko mengalami gangguan pendengaran karena terpapar bising yang banyak terjadi pada umur sekolah," ungkapnya.

Di Indonesia, sambung dr Lily Setiani, pada tahun 2013 terdapat 2,6 persen penduduk dengan gangguan pendengaran.

Kondisi ini menjadi fokus Perhati-BKL Cabang Aceh dan Komda PGPKT Provinsi Aceh untuk mencegahnya.

"Dibutuhkan kerja sama lintas sektoral untuk mewujudkannya hal ini.

Petugas kesehatan, orang tua, guru dan pemerintah diharapkan tercapainya dunia bebas dari gangguan telinga dan pendengaran pada 2030," tutup dr Lily.(mas)

Baca juga: BLUD RSUD Kota Subulussalam Kini Miliki Layanan Spesialis Jantung, THT, Mata, dan Paru

Baca juga: Ini Cara Membersihkan Telinga yang Benar Menurut Dokter THT

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved