Jumat, 8 Mei 2026

Kisah Inspiratif

dr Jailani Berpulang, Rahmad Maulizar : Aceh Kehilangan Putra Terbaik di Dunia Medis

Dokter Spesialis Bedah Plastik yang dikenal dari aksi sosialnya ini meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan di RSUDZA.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
For Serambinews.com
dr Jailani bersama Rahmad Maulizar saat menjalankan ibadah umroh. 

SERAMBINEWS.COM - Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Aceh kembali kehilangan putra terbaik, khususnya di dunia medis, dr Jailani.

Dokter Jailani berpulang ke rahmatullah pada hari Kamis (3/3/2022) sekitar pukul 7. 22 WIB di RSUDZA Banda Aceh.

Dokter Spesialis Bedah Plastik yang dikenal dari aksi sosialnya ini meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan di RSUDZA.

Dr Jailani diduga mengalami masalah pada jantung.

Rahmad Maulizar yakni pekerja sosial yang berfokus pada operasi bibir sumbing memiliki kedekatan yang cukup baik dengan dr Jailani.

Bahkan, Rahmat Maulizar juga pernah dioperasi langsung oleh dr Jailani pada tahun 2008 lalu untuk memperbaiki bibir sumbing yang dideritanya.

Baca juga: Kisah alm. dr Jailani, Dari Kiper PSSB Bireuen Hingga Jadi Dokter Spesialis Bedah Plastik Ternama

Ia mengaku sangat berterimakasih atas kehadiran dr Jailani dalam kehidupannya.

Pasalnya, dr Jailani telah menjadi sosok pahlawan bagi Rahmat Maulizar, baik dari segi pendidikan hingga banyaknya pengalaman hidup yang ia dapatkan dari beliau.

"Beliau yang mengajari saya, membimbing saya dari saya sebelum operasi, saya masih jelek, beliau yang mengoperasi saya, beliau semangat kali mengoperasi saya, dia selalu mendidik saya, beliau yang suruh kuliah saya dulu pas awal bergabung," ucap Rahmat Maulizar sembari menahan air matanya.

Lebih dari 10 tahun saling mengenal, Rahmat Maulizar mengaku begitu terpukul setelah mendegar kepergian dr Jailani untuk selama-lamanya.

Hal tersebut disampaikan Rahmat Maulizar saat diwawancarai oleh Serambinews.com pada Kamis, (3/3/2022).

Melalui panggilan WhatsApp, Rahmat Maulizar menangis tersedu-sedu saat mengawali ceritanya.

Baca juga: Mengenang Sosok dr M Jailani, Ahli Bedah Plastik yang Telah 5 Ribu Kali Operasi Bibir Sumbing Gratis

Ia yang saat ini tengah berada di Bandung tidak bisa melihat secara langsung proses pemakaman almarhum dr Jailani untuk terkahir kalinya.

Lebih lanjut, pekerja sosial yang bernaung di bawah Smile Train Indonesia ini mengatakan pada Serambinews.com, bahwa Aceh kehilangan putra terbaik bahkan sosok pahlawan terutama dalam dunia medis.

"Anak istimewa Aceh sangat kehilangan, baik yang sudah operasi yang belum sangat kehilangan beliau, walaupun ada dokter-dokter lain, ada dokter junior-junior, cuma kan dokter Jailani sosok pahlawan Aceh," kata Rahmat sembari tersedu.

Menurut Rahmad, dr Jailani merupakan dokter yang ramah, murah senyum dan senyum itu pula yang diberikan dr Jailani kepada ribuan anak Aceh yang menderita bibir sumbing.

Anak-anak yang telah dioperasi oleh dr Jailani telah bisa tersenyum optimis menatap masa depan.

Semasa hidupnya, bahkan dr Jailani telah mengoperasi lebih dari 5 ribu penderita bibir sumbing secara gratis.

Baca juga: BREAKING NEWS - Dokter Jailani Spesialis Bedah Plastik Berpulang ke Rahmatullah

Tak ayal, kepergian dr Jailani menjadi luka yang mendalam bagi sebagian masyarakat Aceh.

Selamat Jalan dr Jailani, semoga Allah membalas segala kebaikan yang telah engkau lukis kepada anak-anak Aceh.

Senyummu masih bisa kami lihat, dari ribuan anak-anak mantan penderita bibir sumbing yang telah engkau berikan senyuman.

Mengenang Sosok dr M Jailani, Ahli Bedah Plastik yang Telah 5 Ribu Kali Operasi Bibir Sumbing Gratis

Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Kabar duka datang dari dunia medis Aceh.

Aceh kembali kehilangan putra terbaik, khususnya di bidang bedah plastik rekonstruksi estetik, dokter M Jailani SpBP-RE (K).

Dokter M Jailani SpBP-RE (K) berpulang ke rahmatullah pada hari Kamis (3/3/2022) sekitar pukul 7.22 WIB di RSUDZA Banda Aceh.

Informasi yang diterima dari sumber Serambinews.com melalui aplikasi WhatsApp menyebutkan, Dokter Spesialis Bedah Plastik kebanggaan Aceh ini meninggal dunia setelah sempat dirawat selama beberapa hari di RSUDZA.

Sosok yang akrab dengan aksi sosial operasi bibir sumbing ini diduga mengalami masalah pada jantung hingga harus dirawat intensif di ICU Cardiac RSUDZA Banda Aceh.

Sebagaimana diketahui, Aceh kehilangan sosok tak tergantikan di dunia medis.

M Jailani, dokter sarat prestasi namun selalu rendah hati ini kini pergi untuk selamanya.

Ada banyak prestasi yang sudah ia torehkan dan sumbangsih tak ternilai telah ia amalkan.

Satu diantaranya, dr M Jailani SpBP-RE (K), sudah mengoperasi pasien bibir sumbing secara gratis sejak tahun 2002 dengan total lebih dari 5.000 penderita bibir sumbing di Aceh telah selesai ia operasi dan berhasil memberikan senyuman baru.

“Jumlahnya saat ini sudah lebih dari 5 ribu anak sumbing saya operasi, saya juga dibantu oleh Rahmad Maulizar duta bibir sumbing yang tak kenal lelah selalu mencari penderita di seluruh pelosok desa di Aceh,” sebutnya.

Jailani mengaku secara batin ia sangat puas karena telah berhasil membantu banyak penderita bibir sumbing di Aceh dengan hasil rata-rata mendekati sempurna.

“Apa yang kita bantu punya hasil yang baik, saya merasa tenang, nyaman, “ ujar dr M Jailani saat ditemui Kompas.com di Rumah Sakit Malahayati Banda Aceh, Minggu (19/12/2021) lalu.

Sosok dr Jailani, Sang Penebar Senyum Baru untuk Anak-anak Penderita Bibir Sumbing di Aceh

Sosok dr Muhammad Jailani SpBP-RE (K) Spesialis Bedah Plastik Rekontruksi - Estetik mungkin tak asing lagi bagi kalangan anak-anak penderita bibir sumbing.

Ya, dialah sosok sekaligus pembawa harapan baru bagi mereka.

Di tangan dokter murah hati itu, ribuan anak Aceh yang menderita bibir sumbing kembali dapat tersenyum mendekati dengan sempurna.

Tak hanya itu, di tangannya pula, anak-anak Aceh yang pernah ia operasi, tumbuh dan besar dengan penuh percaya diri menatap masa depannya dengan optimis.

Sejak terlibat dalam misi kemanusian operasi bibir sumbing untuk anak-anak Aceh, Jailani telah melalui berbagai rintangan dan perjuangan hingga rela tak dibayar.

“Penderita bibir di Aceh termasuk banyak, nomor dua di Sumatera, saya tidak mendapat honor untuk operasi labio plastik anak bibir sumbing, paling waktu itu saya mendapat honor kalau ada pekerjaaan operasi estetik yang pasiennya orang kaya,” katanya kepada Kompas.com, saat ditemui di Rumah Sakit Malahayati Banda Aceh, Minggu (19/12/2021).

dr Jailani telah menggeluti dunia operasi plastik bibir sumbing untuk anak-anak Aceh sejak 2002 saat pulang ke Aceh setelah menempuh pendidikan di Surabaya.

Hanya satu alasan pilihannnya untuk pulang ke Aceh yaitu ingin mengabdi dan membantu anak penderita bibir sumbing di Aceh yang umumnya terlahir dari keluarga tidak mampu.

Terhintung sejak tahun 2002 hingga saat ini, menurut Jailani, lebih dari 5 ribu penderita bibir sumbing di Aceh telah selesai ia operasi dan berhasil memberikan senyuman baru.

“Jumlahnya saat ini sudah lebih dari 5 ribu anak sumbing saya operasi, saya juga dibantu oleh Rahmad Maulizar duta bibir sumbing yang tak kenal lelah selalu mencari penderita di seluruh pelosok desa di Aceh,” sebutnya.

Selain menggunakan biaya sendiri dan bantuan dari dermawan untuk segala biaya operasi anak bibir sumbing di Aceh, Jailani juga membangun kerja sama dengan rumah sakit swasta di Banda Aceh agar bisa membayar secara mencicil dan murah.

“Kita kerja sama dengan Rumah Sakit Malahayati, rumah sakit bantu juga dengan biaya lebih murah dan bisa cicil, sehingga setiap jumpa dengan pasien saya suruh datang terus ke Rumah Sakit Malahayati untuk kita bantu,” sebutnya.

Kemudian, terhitung sejak tahun 2007, dr Jailani mendapat kerja sama dengan Smile Train Indonesia serta Rumah Sakit Malahayati Banda Aceh yang menanggung seluruh biaya operasi anak penderita bibir sumbing di Aceh.

Sehingga, jadwal operasi bibir sumbing rutin ia lakukan setiap hari Minggunya hingga saat ini.

“Alhamdulillah sejak tahun 2007 kami sudah dibantu oleh Smile Train, dan sudah rutin jadwal operasi bibir sumbing secara gratis kita lakukan setiap hari minggu,” ucapnya.

Jailani mengaku secara batin ia sangat puas karena telah berhasil membantu banyak penderita bibir sumbing di Aceh dengan hasil rata-rata mendekati sempurna.

“Apa yang kita bantu punya hasil yang baik, saya merasa tenang, nyaman," ujarnya. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Baca juga berita lainnya

Baca juga: Gendong Bayi Baru Lahir, Pasangan Ini Nekat Berjalan Kaki Tinggalkan Ukraina Menuju Polandia

Baca juga: Sinetron Ikatan Cinta RCTI, Al Mengusir Nino, Perut Andin Sakit, Elsa Rindukan Keysa

Baca juga: Konflik Rusia vs Ukraina, Dunia Juga Perlu Waspada dengan 5 Konflik yang di Ambang Peperangan Ini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved