Kisah alm. dr Jailani, Dari Kiper PSSB Bireuen Hingga Jadi Dokter Spesialis Bedah Plastik Ternama
Dokter M Jailani SpBP-RE (K) berpulang ke rahmatullah pada hari Kamis (3/3/2022) sekitar pukul 7.22 WIB di RSUDZA Banda Aceh.
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Aceh kembali kehilangan putra terbaik, khususnya di dunia medis bidang bedah plastik rekonstruksi estetik.
Dokter M Jailani SpBP-RE (K) berpulang ke rahmatullah pada hari Kamis (3/3/2022) sekitar pukul 7.22 WIB di RSUDZA Banda Aceh.
Informasi yang diterima dari sumber Serambinews.com melalui aplikasi WhatsApp menyebutkan, Dokter Spesialis Bedah Plastik kebanggaan Aceh ini meninggal dunia setelah sempat dirawat selama beberapa hari di RSUDZA.
Sosok yang akrab dengan aksi sosial operasi bibir sumbing ini diduga mengalami masalah pada jantung hingga harus dirawat intensif di ICU Cardiac RSUDZA Banda Aceh.
Kepergian dr Jailani tentu merupakan sebuah kehilangan besar bagi Aceh.
Mobilitas dan jam terbang yang tinggi membuat dr. Jailani cukup dikenal dan dihormati di dunia medis.
Dokter senior ini pun sangat dikenal dengan aksi sosialnya.
Baca juga: BREAKING NEWS - Dokter Jailani Spesialis Bedah Plastik Berpulang ke Rahmatullah
Selama ini, keterampilan medis yang dimiliki dr. Jailani juga ia didedikasikan untuk melakukan operasi bibir sumbing di Aceh.
Operasi bibir sumbing yang jumlahnya sudah ribuan kali itu dia lakukan secara suka rela tanpa mengharap honor alias dilakukan secara gratis.
Berkat keterampilan dr. Jailani, ribuan anak Aceh penderita bibir sumbing kini bisa tersenyum manis penuh percaya diri.
Dari Kiper menjadi Dokter Spesialis Bedah Plastik
Menjadi seorang dokter dan ahli dalam bidang bedah plastik mungkin adalah kejutan dari sebuah harapan dan doa.
Awalnya, M Jailani sama sekali tidak menyangka jika suatu hari nanti akan menjadi ahli dalam bidang bedah plastik.
Sampai suatu malam pada akhir tahun 1970-an, Jailani mengalami kejadian sangat menyakitkan saat membawa abangnya yang menderita asma ke dokter di pedalaman Kabupaten Bireuen, tempat ia lahir dan dibesarkan.
Malam itu, cerita Jailani, ia tiga kali mengetuk pintu dokter dengan harapan dokter melihat kondisi abangnya yang didera asma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sosok-88uyui.jpg)