Minggu, 10 Mei 2026

Sosok dr. Jailani, Ahli Bedah Plastik yang Sudah 5000 Kali Operasi Bibir Sumbing Gratis di Aceh

Demi ingin memberikan senyuman baru bagi anak penderita bibir sumbing di Aceh, ia bahkan rela tidak mendapatkan honor.

Tayang:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Dokter spesialis bedah plastik, dr. Muhammad Jailani, SpBP-RE. (K) Spesialis Bedah Plastik Rekontruksi - Estetik, telah berpulang ke rahmatullah pada hari Kamis (3/3/2022) sekitar pukul 7.22 WIB di RSUDZA Banda Aceh. 

SERAMBINEWS.COM - Dunia medis Aceh, khususnya di bidang bedah plastik rekrontruksi estetik saat ini sedang diselimuti duka.

dr. Muhammad Jailani, SpBP-RE. (K) Spesialis Bedah Plastik Rekontruksi - Estetik, telah berpulang ke rahmatullah pada hari Kamis (3/3/2022) sekitar pukul 7.22 WIB di RSUDZA Banda Aceh.

Dokter ahli bedah plastik kelahiran Bireuen ini diduga mengalami masalah pada jantung hingga harus dirawat intensif di ICU Cardiac RSUDZA Banda Aceh.

Kepergian dr Jailani tentu merupakan sebuah kehilangan besar bagi Aceh.

Mobilitas dan jam terbang yang tinggi membuat dr. Jailani cukup dikenal dan dihormati di dunia medis.

Dokter senior ini pun sangat dikenal dengan aksi sosialnya.

Selama ini, keterampilan medis yang dimiliki dokter Jailani juga ia didedikasikan untuk melakukan operasi bibir sumbing di Aceh.

Baca juga: BREAKING NEWS - Dokter Jailani Spesialis Bedah Plastik Berpulang ke Rahmatullah

Operasi bibir sumbing yang jumlahnya sudah ribuan kali itu dia lakukan secara suka rela tanpa mengharap honor alias dilakukan secara gratis.

Berkat keterampilan dr Jailani, ribuan anak Aceh penderita bibir sumbing kini bisa tersenyum manis penuh percaya diri.

Dari Kiper menjadi Dokter Spesialis Bedah Plastik

Menjadi seorang dokter dan ahli dalam bidang bedah plastik mungkin adalah kejutan dari sebuah harapan dan doa.

Awalnya, M Jailani sama sekali tidak menyangka jika suatu hari nanti akan menjadi ahli dalam bidang bedah plastik.

Sampai suatu malam pada akhir tahun 1970-an, Jailani mengalami kejadian sangat menyakitkan saat membawa abangnya yang menderita asma ke dokter di pedalaman Kabupaten Bireuen, tempat ia lahir dan dibesarkan.

Malam itu, cerita Jailani, ia tiga kali mengetuk pintu dokter dengan harapan dokter melihat kondisi abangnya yang didera asma.

Tapi sama sekali tidak ada jawaban dari dalam rumah.

Baca juga: Sosok dr Jailani, Sang Penebar Senyum Baru untuk Anak-anak Penderita Bibir Sumbing di Aceh

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved