Senin, 4 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Konflik Rusia vs Ukraina, Mengapa Negara Muslim Chechnya Bantu Rusia? ini Kata Pengamat

Dina mengatakan, alasan bergabungnya Chechnya dengan Rusia ini bukan semata-mata ingin menyerang Ukraina.

Tayang:
Editor: Amirullah
AFP
Ramzan Kadyrov, pemimpin Chechnya 

"Presiden Putin memberikan dukungan yang sangat besar kepada Republik Chechnya, ini kan semacam Repoblik Otonomi. Jadi Ramzan Kadyrov ini mendapatkan dana yang sangat besar untuk melakukan pembangunan di negaranya."

"Bahkan membangun sebuah masjid yang sangat besar yang digunakan juga untuk pendidikan," ungkap Dina.

Lebih lanjut, Dina menyebut dukungan Chechnya pada Rusia banyak membuat orang Indonesia terkejut.

Menurutnya hal itu dikarenakan, mayoritas orang Indonesia masih menganggap Rusia adalah rezim komunis sama seperti Uni Soviet.

Sehingga banyak yang bertanya-tanya mengapa negara muslim seperti Chechnya mendukung pasukan komunis.

"Mungkin kalau orang Indonesia terkejutnya karena banyak orang Indonesia yang mengira Rusia itu rezim komunis, jadi masih disamakan dengan Uni Soviet dulu."

"Jadi bagaimana mungkin ada pasukan Islam yang mendukung pasukan Komunis. Nah ini perlu diklarifikasi juga, bahwa Rusia bukan lagi Rezim Komunis," terang Dina.

Batalyon Azov Ukraina Olesi Peluru dengan Lemak Babi untuk Lawan Pasukan Muslim Chechnya

Garda Nasional Ukraina membagikan video di akun Twitternya yang menunjukkan seorang pria mengolesi pelurunya dengan lemak babi.
Garda Nasional Ukraina membagikan video di akun Twitternya yang menunjukkan seorang pria mengolesi pelurunya dengan lemak babi. (Twitter @ng_ukraine)

Diwartakan Tribunnews.com, beberapa waktu lalu Garda Nasional Ukraina membagikan video di akun Twitternya yang menunjukkan seorang pria mengolesi pelurunya dengan lemak babi.

Dilansir Al Jazeera, aksi itu dilakukan anggota Batalyon Azov.

Batalyon Azov merupakan unit militer infanteri sayap kanan ultra-nasionalis yang dilaporkan menganut ideologi supremasi kulit putih dan neo-Nazi.

Unit operasi khusus ini memerangi pasukan separatis Rusia dalam Perang Donbas bersama militer Ukraina pada 2014.

Dalam video yang diposting pada 27 Februari 2022 itu, seorang pria yang memakai penutup kepala terlihat mencelupkan peluru ke dalam sesuatu yang diduga lemak babi.

Pria yang disebut anggota pejuang Azov tersebut melakukan aksinya sambil bicara kepada pasukan Chechnya.

"Saudara-saudara Muslim yang terhormat. Di negara kami, Anda tidak akan masuk surga. Anda tidak akan diizinkan masuk surga."

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved