Internasional

Presiden Prancis Khawatirkan yang Terburuk Belum Datang dari Putin, Rusia Ingin Terus Berperang

Presiden Prancis Emmanuel Macron meyakini "yang terburuk belum datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron meyakini "yang terburuk belum datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dia menyampaikan hal itu setelah percakapan tegang selama 90 menit antara kedua pemimpin tentang perang di Ukraina, menurut laporan.

Panggilan itu diprakarsai oleh Putin dan jelas lebih konfrontatif daripada pertukaran sebelumnya dengan pemimpin Rusia, Washington Post melaporkan.

Kedua pria itu juga berbicara pada Senin dan Kamis lalu ketika Macron mencoba untuk menjaga saluran diplomatik tetap terbuka.

"Negara Anda akan membayar mahal karena akan berakhir sebagai negara yang terisolasi, melemah dan berada di bawah sanksi untuk waktu yang sangat lama," kata Macron dalam panggilan telepon, menurut kantornya.

Baca juga: Pengusaha Rusia Minta Perwira Militer Tangkap Vladimir Putin, Jadikan Sebagai Penjahat Perang

Dia juga meminta Vladimir Putin untuk tidak membohongi dirinya sendiri.

Kremlin menjelaskan Putin mengatakan kepada Macron bahwa tujuannya di Ukraina akan terpenuhi dalam hal apa pun.

"Upaya untuk mengulur waktu dengan menyeret negosiasi hanya akan mengarah pada persyaratan tambahan untuk Kiev, dalam posisi negosiasi kami," kata Putin kepada Macron..

"Saya berbicara dengan Presiden Putin pagi ini," tweet Macron setelah panggilan telepon.

"Dia menolak untuk menghentikan serangannya terhadap Ukraina saat ini," jelasnya.

"Sangat penting untuk menjaga dialog untuk menghindari tragedi kemanusiaan," harapnya.

"Saya akan melanjutkan upaya dan kontak saya," jelasnya.

"Kita harus menghindari yang terburuk," tambahnya.

Baca juga: Andrei Sukhovetsky Jenderal Berpengaruh Rusia Tewas Dalam Serangan Pasukan Pertahanan Ukraina

Para pemimpin Rusia dan Ukraina dijadwalkan untuk melakukan pembicaraan sekitar waktu yang sama dengan panggilan itu.

Tetapi, sejauh ini tidak ada kesepakatan diplomatik yang dilaporkan.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved