Berita Luar Negeri
Ukraina Menyesal Serahkan Senjata Nuklir Warisan Soviet, Kini Diserang Rusia dan Dikhianati Barat
Dia meyakini bahwa invasi Rusia tidak akan dimulai jika Ukraina tidak menyerahkan senjata nuklirnya saat itu
Ukraina Menyesal Serahkan Senjata Nuklir Warisan Uni Soviet, Kini Diserang Rusia dan Dikhianati Barat
SERAMBINEWS.COM - Akhirnya Ukraina menyesal karena telah menyerahkan senjata nuklir peninggalan Uni Soviet.
Seandainya senjata nuklir tak diserahkan, mungkin saat ini tidak ada negara yang berani menyerang Ukraina.
Karena senjata nuklir bisa membuat negara lain harus berfikir ulang termasuk Rusia.
Tapi penyesalan selalu datang terlambat dan Ukraina sedang menuju kehancuran karena sedang diserang oleh tetangganya Rusia.
Bahkan yang lebih parah lagi, negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris yang mencapai keamanan Ukraina bila menyerahkan senjata nuklir justru tidak membantu saat diserang Rusia.
Ukraina merasa dikhianati dan menyesal setelah menyerahkan senjata nuklir peninggalan Uni Soviet dulu.
Baca juga: Rusia Bawa Bom Termobarik ke Ukraina, Senjata Paling Ditakuti di Dunia, Paru-paru Manusia Bisa Copot
Svitlana Zalishchuk, penasihat kebijakan luar negeri untuk Wakil Perdana Menteri Ukraina untuk integrasi Eropa, mengatakan bahwa keputusan Ukraina menyerahkan senjata nuklirnya pada 1990-an adalah sebuah kesalahan.
Dia meyakini bahwa invasi Rusia tidak akan dimulai jika Ukraina tidak menyerahkan senjata nuklirnya saat itu.
Ukraina pernah menjadi rumah bagi ribuan senjata nuklir yang ditempatkan di sana oleh Uni Soviet, yang diwarisi negara itu ketika merdeka setelah berakhirnya Perang Dingin.
Pada tahun 1994, Ukraina menyerahkannya dan sebagai gantinya, kekuatan dunia, termasuk Rusia berjanji untuk tidak melanggar keamanannya.
Ukraina menandatangani Budapest Memorandum on Security Assurances ketika bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir global.
Baca juga: Konflik Rusia Vs Ukraina: Pesawat Kiamat Putin Lepas Landas, Punya Kemampuan Tahan Ledakan Nuklir
Perjanjian ini yang menyatakan bahwa Rusia, Inggris, dan AS menegaskan kembali kewajiban mereka untuk menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik Ukraina.
Ditanya apakah Ukraina membuat kesalahan dalam menyetujui untuk menyerahkan senjata nuklirnya.
Svitlana Zalishchuk mengatakan kepada Sky News, "Ya, tanpa keraguan.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nuklir_20180430_125328.jpg)