Berita Jakarta
8 Orang Tewas Ditembak OPM, Prajurit TNI Tertembak di Leher
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) mengklaim bertanggung jawab atas tewasnya 8 karyawan
Manager NOC PT Palapa Timur Telematika(PTT), Pramudya DW mengatakan tim PT Palapa Timur Telematika (Perusahaan) menduga ada gangguan keamanan pada tower B3 milik perusahaan yang terindentifikasi dari kamera pemantauan pada lokasi tower tersebut di hari Rabu (2/3) dini hari.
Pada Rabu pagi perusahaan mengirimkan logistik menggunakan helikopter ke lokasi tower B3, namun ditemukan kondisi tidak terdapat karyawan dari perusahaan pada lokasi tersebut, sehingga ditindaklanjuti dengan penelaahan rekaman kamera pemantau.
Kemudian penelaahan pada rekaman kamera pemantau Rabu dini hari mengindikasikan terdapat aktivitas dari orang tidak dikenal yang dugaan sementara adanya potensi gangguan keamanan.
Selanjutnya perusahaan segera mencoba melakukan kontak terhadap 4 karyawan perusahaan, 4 karyawan dari kontraktor perusahaan dan 1 orang masyarakat lokal pemandu.
Namun ditemukan kendala-kendala, sehingga tindak lanjut atas hal tersebut pada Kamis (3/3/2022) perusahaan memutuskan untuk mengirimkan helikopter ke lokasi tower demi mendapatkan informasi situasi lapangan, yang mana terkendala oleh cuaca yang buruk.
Selain itu, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) juga melakukan penyerangan terhadap TNI di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Kamis (3/3/2022).
Penyerangan terjadi sekitar pukul 12.45 WIT.
Baca juga: Anggota TNI dan Warga Sipil Korban Penembakan KKB Papua di Puncak Dievakuasi ke Timika
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga mengatakan, ada 15 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyerang TNI dalam peristiwa tersebut.
Dari 15 KKB tersebut, memiliki 3 pucuk senjata api laras panjang.
"Dari laporan Satgas ada sekitar 15 orang KKB dan ada yang membawa senjata api laras panjang sebanyak 3 pucuk," kata Aqsha, Jumat (4/3/2022).
Aksi penyerangan KKB tersebut juga melukai Pratu Heriyanto.
Pratu Heriyanto dan rombongan dari Pos Koramil Dambet sedang melakukan patroli sekaligus memperbaiki saluran air dengan jarak dari Pos Koramil sekitar 50 meter saat KKB menyerang.
Akibatnya, Pratu Heriyanto mengalami luka di bagian leher di bawah telinga.
"Kontak tembak pun terjadi, dan KKB tersebut berhasil dipukul mundur ke Kampung Ogamki, Distrik Beoga," ujarnya.
Pratu Heriyanto kini telah dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika, setelah sebelumnya menerima perawatan di Puskesmas Beoga.
Evakuasi Pratu Heriyanto dilakukan Jumat (5/3) pagi.
Anggota Satgas Kodim Puncak Jaya itu kini dirawat intensif di RSUD Timika. (tribun network/har/nis/sen/mar/wly)
Baca juga: Lagi! Prajurit TNI Ditembak KKB Papua di Intan Jaya, Prada Giyade Ramadhani Fattah Dirawat di Mimika
Baca juga: 17 Orang Terpanggang di Ruang Karaoke, Bentrok Dua Kelompok Warga di Kota Sorong Papua Barat