Breaking News:

Berita Aceh Barat Daya

DPRK Abdya Minta Pemerintah dan P2K Gugurkan Calon Keuchik Mantan Napi

Ketua DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Nurdianto meminta agar pemerintah dan Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) agar menggugurkan calon Keuchik

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Muhammad Hadi
hand over dokumen pribadi
Ketua DPRK Abdya, Nurdianto. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ketua DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Nurdianto meminta agar pemerintah dan Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) agar menggugurkan calon Keuchik yang berasal dari mantan narapidana. 

“Informasi yang kami peroleh, sampai saat ini masih ada mantan napi yang diloloskan sebagai calon Keuchik,” ujar ketua DPRK Abdya, Nurdianto.

Seharusnya, kata Nurdianto, Pemkab dan P2K lebih fokus melakukan sosialisasi kepada P2K, seperti Persolan napi ini, sehingga tidak merugikan calon tersebut dan calon lain.

“Memang ada beberapa calon yang mulai mengundurkan diri, namun ada yang masih beberapa Gampong yang belum digugurkan, maka pemerintah harus menggugurkan,” pinta politisi Partai Demokrat tersebut.

Baca juga: DPMG Nagan Raya Minta Keuchik Pacu APBG

Karena, tambahnya, jika calon itu tidak digugurkan, setelah terpilih dikhawatirkan tidak bisa dilantik, maka dari itu diminta kepada pemerintah dan calon tersebut segera mundur.

“Ini penting, karena kalau tidak segera mundur, nanti calon itu sendiri yang rugi, karena tidak bisa dilantik, akibat bertentangan dengan aturan,” pungkasnya. 

Seperti diketahui, Pemilihan 152 keuchik definitif secara serentak di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan digelar pada Maret 2022 mendatang.

Dalam pemilihan Keuchik ini, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH membolehkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ingin mendaftar dan mencalonkan diri sebagai Keuchik.

Asisten I Pemerintahan Keistimewaan dan Kesra Setdakab Abdya, Amrizal SSos mengatakan, bagi PNS yang ingin mencalonkan diri sebagai Keuchik dibolehkan, dengan syarat harus mendapatkan izin dari atasan.

“Iya, PNS boleh mendaftar dan mencalonkan sebagai Keuchik, asal mendapat izin dari atasan,” kata Asisten I Pemerintahan Keistimewaan dan Kesra Setdakab Abdya, Amrizal SSos.

Baca juga: 174 Keuchik Nagan Raya Sujud Syukur Setelah Dilantik Serentak di Halaman Kantor Bupati Nagan raya

Namun, katanya, ada beberapa kategori PNS yang dilarang untuk mencalonkan diri sebagai Keuchik. 

“PNS yang dilarang itu, guru dan tenaga kesehatan, selain itu boleh jika ada izin dari atasan,” sebutnya.  

Karena, lanjutnya, guru dan tenaga kesehatan itu sangat dibutuhkan, sehingga tidak dibolehkan untuk mendaftar sebagai Keuchik.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved