Berita Bireuen
Malam Ini, Pengungsi Rohingya di Jangka Nginap di Tenda, Begini Persiapan Pindah ke Lhokseumawe
Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH didampingi Camat Jangka, Alifian SSos, mengatakan menjelang Magrib tadi, pihaknya sudah berkoordinas
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH didampingi Camat Jangka, Alifian SSos, mengatakan menjelang Magrib tadi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Lhokseumawe.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 114 pengungsi etnis Rohingya dari Myanmar, nginap di meunasah Desa Alue Buya Pasi dan balai di samping meunasah itu, Minggu (6/3/2022) malam.
Mereka mendarat di pesisir Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Minggu (6/3/2022) pagi.
Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH didampingi Camat Jangka, Alifian SSos, mengatakan menjelang Magrib tadi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Lhokseumawe.
"Pada prinsipnya mereka sudah siap menerima pengungsi Rohingya. Persyaratan yang diminta, yaitu rapid antigen dan vaksinasi.
Permintaan itu sudah dilakukan tim medis dari Puskesmas Jangka," kata Kapolres.
Baca juga: VIDEO - Warga Gampong Alue Buya Pasie, Jangka Bireuen Temukan 114 Pengungsi Rohingya di Tepi Pantai

Kini, kata Kapolres tinggal menunggu kesiapan Satgas Lhokseumawe terkait sarana dan prasarana penampungan mereka nantinya.
“Kalau di sana sudah siap, tinggal kita bawa dan belum mengetahui kesiapan di sana kapan selesai.
Tetapi malam ini juga mereka sudah menyiapkan sarana dan prasarana yang ada untuk ditempati sementara waktu,” ujar Kapolres Bireuen.
Sedangkan malam ini, kata Kapolres mereka ditampung di meunasah dengan berbagai sarana terbatas.
Para pengungsi Rohingya ini mendapat pengawasan dari masyarakat serta Anggota Polres Bireuen,
Polsek Jangka, dan lainnya.
Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Seluruh Pengungsi Rohingya di Jangka Bireuen Divaksin dan Dirapid Test
Kapolres Bireuen, Tim Imigrasi Lhokseumawe, PMI Bireuen, serta tim medis dan lainnya terlihat
terus berkoordinasi tentang penanganan mereka untuk sementara waktu.
Amatan Serambinews.com, warga setempat mendirikan tenda di halaman meunasah untuk pengungsi laki-laki.
Sedangkan wanita akan ditempatkan di balai samping meunasah.