Kamis, 4 Juni 2026

Video

VIDEO Nikmatnya Kuliner Kopi Kocok 'Boh Manok Weng' ala Anak Nelayan di Simpang Tiga Pidie

Minuman kopi khas Pidie ini merupakan racikan dengan bahan baku utama telur ayam kampung, bubuk kopi, adonan gula dan garam serta susu.

Tayang:
Penulis: Idris Ismail | Editor: Hari Mahardhika

Laporan Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Tangan Zainal Abidin (42), begitu cekatan meracik kupi boh manok weng, saban pagi di warung kopi "Aneuk Nelayan" miliknya di Gampong Meunasah Lhee, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie. 

Lokasi persisnya berada di pinggiran ruas jalan penghubung antar kecamatan, Kota Sigli-Kembang Tanjong atau berjarak 3,5 Km dari pusat ibukota kabupaten penghasil Emping Melinjo itu.

Pak Bad, begitu sapaan lelaki berparas hitam manis itu, telah melakoni usaha kupi boh manok weng ini sejak delapan tahun lalu atau persisnya tahun 2014.

Minuman kopi khas Pidie ini merupakan racikan dengan bahan baku utama telur ayam kampung, bubuk kopi, adonan gula dan garam serta susu.

Saban hari rata-rata dagangannya laku sebanyak 100 sampai 150 porsi, dengan harga per gelas sangat terjangkau, yaitu Rp 6.000.

Artinya, saban hari Pak Bad memperoleh mulai Rp 600.000 hingga Rp 900.000.

Sementara jika pada hari besar Islam lainnya terutama Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, rata-rata laku hingga 300 porsi dengan memperoleh uang Rp 1,8 juta.

Dalam memperlancar usaha kuliner khas ini, Pak Bad dibantu dua pekerja lokal asal Gampong setempat.(*)

Narator: Ulfa Jazila
Video Editor: Hari Mahardhika

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved