Berita Luar Negeri
Banjir Bandang Terjang Malaysia, Mobil Terjebak di Jalan
Banjir bandang melanda Lembah Klang Malaysia, meliputi ibu kota Kuala Lumpur dan daerah-daerah di sekitar negara bagian Selangor
KUALA LUMPUR - Banjir bandang melanda Lembah Klang Malaysia, meliputi ibu kota Kuala Lumpur dan daerah-daerah di sekitar negara bagian Selangor, pada Senin (7 /3/2022).
Banjir ini hanya tiga bulan setelah banjir sebelumnya yang mematikan dan merenggut puluhan nyawa di seluruh negeri.
“Banjir terjadi karena curah hujan yang luar biasa deras dalam waktu dua jam, dan sistem drainase yang ada tidak mampu mendukung debit air yang tinggi,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Air, Tun Ibrahim Man dalam sebuah pernyataan.
Hujan lebat sejak Senin sore hari mengakibatkan banjir parah.
Menurut Sistem Informasi Transportasi Terpadu yang dioperasikan oleh Balai Kota Kuala Lumpur, banjir terdeteksi di terowongan di depan gedung Tabung Haji dan Jalan Chan Sow Lin di pusat kota pada pukul 16.00 sore.
Hal ini juga meningkatkan peringatan banjir untuk Jalan Pudu, Jalan Sri Pemaisuri, Jalan Tun Razak dan Jalan Pahang.
Dikatakan, terowongan Smart di pusat kota ditutup sepenuhnya untuk lalu lintas sehingga dapat digunakan untuk operasi penyelamatan banjir.
Warga Malaysia juga membagikan video banjir di media sosial.
Sebuah video yang beredar online menunjukkan mobil-mobil terjebak dalam air di Jalan Kuchai Lama, di bagian yang diyakini dari Jalan Tol Pantai Utara menuju Sungai Besi.
Baca juga: Seribuan Rumah di Enam Kecamatan di Aceh Utara Masih Terendam Banjir
Baca juga: Mualem Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Timur
Seorang juru bicara dari departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kuala Lumpur mengkonfirmasi bahwa foto-foto jalan raya yang banjir di Kuchai Lama itu benar adanya.
Orang-orang harus diselamatkan dari kendaraan mereka yang terendam di Jalan Kuchai Lama.
Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengatakan bahwa 12 mobil tenggelam dengan korban yang membutuhkan penyelamatan, menambahkan bahwa situasinya terkendali.
“Banjir menyebabkan air naik setinggi dua meter dan sekitar 12 mobil terjebak dengan korban menyelamatkan diri ke atap mobil mereka.
Semua korban yang terkena dampak telah diselamatkan dan dibawa ke lokasi yang aman," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.
Banjir dilaporkan di daerah lain di sekitar kota, dengan Jalan Leboh Ampang, Taman Salak Selatan, Taman U-Thant dan Taman Sri Petaling di antara daerah yang terkena dampak.
Di Jalan Air Keroh Setapak, pihaknya juga menerima laporan rumah warga yang terendam banjir.
"Satu truk dan delapan petugas pemadam kebakaran dikirim ke sana dan situasi terkendali," katanya.
Dampak Perubahan Iklim
Curah hujan yang tinggi menjadi penyebab banjir di ibu kota Malaysia.
Hal ini dikatakan Menteri Lingkungan dan Air Datuk Seri Tuan Ibrahim Tuan Man.
Baca juga: Puluhan Desa di Aceh Timur Masih Terendam Banjir
Selama konferensi pers, dia mengatakan bahwa stasiun Taman Desa SMART dan stasiun Air Panas mencatat pembacaan curah hujan masing-masing 106,5 mm dan 155 mm, dua jam setelah hujan berlangsung.
“Hujan sekarang tidak bisa diprediksi, biasanya musim muson di akhir tahun, tapi sekarang kita melihat hujan turun di bulan Maret.
Biasanya pada bulan Maret terjadi kekeringan,” tandasnya.
Menurut dia, ini semua terjadi sebagai efek langsung dari perubahan iklim. (straittimes/malaymailcom)
Baca juga: Soroti Banjir di Tamiang, Haji Uma Minta Pemerintah Atasi Tanggul dan Penebangan Hutan
Baca juga: Seribuan Rumah Masih Terendam Banjir di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mobil-terendam-dekat-klcc-saat-banjir-bandang-di-kuala-lumpur-malaysia.jpg)