Internasional
Dunia Peringati Hari Perempuan, Pengungsi Wanita Ukraina Alami Mimpi Buruk
Tanggal 8 Maret 2022 merupakan Hari Perempuan Internasional yang dirayakan di seluruh dunia. Tetapi, tidak bagi wanita Ukraina, banyak yang melarikan
SERAMBINEWS.COM, ZAHONY - Tanggal 8 Maret 2022 merupakan Hari Perempuan Internasional yang dirayakan di seluruh dunia.
Tetapi, tidak bagi wanita Ukraina, banyak yang melarikan diri, hanya merasa stres untuk menemukan kehidupan baru bagi anak-anak mereka.
Karena sang suami, saudara laki-laki dan ayah tetap tinggal untuk membela negara mereka dari invasi Rusia .
Jumlah pengungsi Ukraina mencapai 2 juta orang pada Selasa (8/3/20220 menurut PBB, sebagai eksodus tercepat di Eropa sejak Perang Dunia II.
Polina Shulga berusaha meringankan perjalanan putrinya yang berusia 3 tahun dengan menyembunyikan kebenaran.
“Tentu saja sulit untuk bepergian dengan seorang anak, tetapi saya menjelaskan kepadanya, kami akan berlibur dan kami pasti akan pulang suatu hari nanti ketika perang berakhir,” kata Shulga.
Dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya setelah tiba di Hungaria dari ibukota Ukraina, Kiev, tetapi percaya pengalaman itu membuatnya lebih kuat.
Baca juga: Uni Emirat Arab Kirim Bantuan Darurat ke Ukraina, Dikirim Melalui Polandia
“Saya merasa bertanggung jawab atas anak saya, jadi lebih mudah bagi saya untuk mengambil langkah ini dan pergi," ujarnya.
"Jika saya tidak punya anak, maka saya mungkin tidak akan berani pergi ke tempat yang tidak diketahui,” katanya. saat gadis kecilnya menarik-narik ujung mantelnya.
Nataliya Grigoriyovna Levchinka, seorang pengungsi dari Donetsk di Ukraina timur, merasakan hal yang sama.
“Saya biasanya mengalami semacam mimpi buruk yang terus terjadi,” kata pensiunan guru itu.
“Saya akan berada dalam semacam abstraksi jika bukan karena putri saya dan aku tidak akan bisa sadar," tambahnya.
Dilansir AP, Selasa (8/3/2022), sebuah dekrit oleh pemerintah Ukraina, melarang pria berusia 18 hingga 60 tahun meninggalkan negara itu.
Sehingga, sebagian besar dari mereka yang melarikan diri, terdiri dari wanita dan anak-anak.
Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mendorong pria agar mendaftar untuk berperang melawan invasi Rusia atau membuat mereka tetap tersedia untuk wajib militer ke dalam angkatan bersenjata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wanita-ukraina-mengungsi-ke-tempat-lain.jpg)