Selasa, 19 Mei 2026

Internasional

Militer Rusia Gagal Caplok Cepat Ukraina, Paksa Presiden Vladimir Putn Hitung Ulang Serangan

residen Rusia Vladimir Putin harus menghitung ulang serangan ke Ukraina. Sebelumnya, Putin telah merencanakan merebut ibu kota Ukraina, Kiev dalam

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Alexey NIKOLSKY / Sputnik
Presiden Rusia Vladimir Putin 

SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin harus menghitung ulang serangan ke Ukraina.

Sebelumnya, Putin telah merencanakan merebut ibu kota Ukraina, Kiev dalam dua hari pertama invasi, tetapi gagal total.

Perlawanan sengit dari rakyat Ukraina telah membuat ambisius Putin tidak berjalan baik, bahkan dua jenderalnya tewas.

Diduga, Rusia memiliki perencanaan yang buruk dan serangkaian kesalahan perhitungan yang sangat mendalam, seperti dilansir Business Insider, Rabu (9/3/2022).

Putin yang terisolasi dan marah diperkirakan akan menggandakan kebrutalannya perang di Ukraina secara berlarut-larut.

Bahkan, dalam hitungan berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, menurut pejabat tinggi
intelijen AS.

Baca juga: Menteri Pertahanan Inggris Menilai, Invasi Rusia ke Ukraina Akan Tumbangkan Vladimir Putin

Tetapi, jika itu terjadi, maka itu bisa menjadi kehancuran Rusia dan Putin.

"Dia tidak memiliki permainan akhir yang berkelanjutan dalam menghadapi perlawanan sengit dari Ukraina," kata Direktur CIA Bill Burns kepada Komite DPR AS pada Selasa (8/3/2022).

Bahkan jika Rusia akhirnya merebut Kiev, komunitas intelijen AS tidak melihat cara agar rezim boneka pro-Rusiadapat tetap berkuasa mengingat penolakan mutlak rakyat Ukraina untuk menyerah.

AS memperkirakan 2.000 sampai 4.000 tentara Rusia telah tewas, atau jauh melebihi dari apa yang telah
diantisipasi atau diakui Putin, kata Burns.

Putin siap menerima sanksi, tetapi bukan kecepatan dan persatuan yang dijatuhkan dunia Barat.

Baca juga: Vladimir Putin Keluarkan Ancaman Keras, Sanksi AS dan Uni Eropa ke Rusia Berarti Siap Perang

Terutama perusahaan swasta seperti McDonald's, Starbucks, dan Coca-Cola, yang semuanya menghentikan penjualan di Rusia mulai Selasa (8/3/2022).

Meskipun mengalami kemunduran, Putin tidak mungkin terhalang untuk terus menggempur Ukraina sampai menyerah, kata Direktur Intelijen Nasional AS, Avril Haines.

Dia mengatakan orang-orang yang akan paling menderita adalah warga sipil Ukraina, yang sudah mulai melihat taktik kejam yang diadopsi Putin untuk mencapai tujuan militernya di Suriah dan Chechnya.

Keuntungannya, apa yang mungkin diterima Putin sebagai kemenangan dapat berubah seiring waktu, mengingat biaya signifikan yang harus dikeluarkannya," prediksi Haines.(*)

Baca juga: VIDEO - Tiga Syarat Presiden Rusia Vladimir Putin Jika Ukraina Ingin Damai

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved