Senin, 13 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

UPDATE Serangan Rusia ke Ukraina: 61 Rumah Sakit Ukraina Rusak, 50 Anak Meninggal

Sudah hampir dua minggu Rusia melakukan invasi pada Ukraina, sejak Kamis (24/2/2022). Terbaru, konflik ini telah membuat 61 rumah sakit alami kerusaka

Editor: Faisal Zamzami
AFP/GENYA SAVILOV
Pemandangan mobil-mobil yang dihancurkan oleh penembakan baru-baru ini di pinggiran Kyiv pada 28 Februari 2022. - Kepala hak asasi manusia PBB mengatakan pada 28 Februari 2022 bahwa setidaknya 102 warga sipil, termasuk tujuh anak-anak, telah tewas di Ukraina sejak Rusia diluncurkan. invasinya lima hari yang lalu, memperingatkan jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi. 

SERAMBINEWS.COM - Konflik Rusia dan Ukraina masih berlangsung.

Sudah hampir dua minggu Rusia melakukan invasi pada Ukraina, sejak Kamis (24/2/2022).

Terbaru, konflik ini telah membuat 61 rumah sakit alami kerusakan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Ukraina, Viktor Liashko.

Liashko mengatakan kepada saluran televisi lokal bahwa pasukan Rusia telah menyerang 61 rumah sakit di Ukraina, merusak jendela, dinding dan peralatan medis, dikutip dari Al Jazeera sebagaimana dilansir berita lokal Ukrayinska Pravda.

Meski mengalami kerusakan, kata Lishko, sejumlah rumah sakit ini tetap beroperasi.

“Teroris dari negara agresor menghancurkan 61 rumah sakit kami. Tetapi berkat kerja aktif dari berbagai layanan, banyak dari rumah sakit ini terus beroperasi,” kata Liashko, Selasa (8/3/2022).

Kerusakan ini termasuk dialami rumah sakit utama di kota Izyum, dekat Kharkiv.

Selain kerusakan rumah sakit, dikabarkan bahwa sejauh ini 50 anak meninggal dalam konflik Rusia-Ukraina. 
Kabar ini disampaikan sendiri oleh Presiden Ukraina,Volodymyr Zelenskiy melalui keterangan video, dikutip dari The Guardian, Rabu (9/3/2022).

Zelensky menyatakan tak akan melupakan insiden ini.

“Lima puluh anak Ukraina tewas dalam 13 hari perang."

"Satu jam kemudian, menjadi 52. Kami tidak akan pernah melupakannya," ucap dia.

Zelensky juga berbicara tentang bagaimana sebuah asrama dihancurkan di wilayah Zhtomyr dalam serangan Rusia.

Ia juga mengatakan sebuah koridor kemanusiaan telah didirikan dari Sumy ke Poltava.

“Ratusan orang telah diselamatkan, dan bantuan kemanusiaan telah dikirimkan. Tapi itu hanya sebagian kecil dari apa yang harus dilakukan dan apa yang diharapkan oleh orang-orang Ukraina yang terjebak. Kargo kami siap, transportasi kami siap tetapi monster belum siap."

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved