Kamis, 23 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Daftar Tentara Bayaran yang Terlibat Dalam Perang Rusia-Ukraina, Siapa Saja?

Paling tidak ada 5 kelompok tentara bayaran yang dilibatkan dalam peperangan Rusia vs Ukraina tersebut.

Editor: Amirullah
Haaretz
Genosida di Ukraina menjadi salah satu alasan terjadi konflik antara Rusia dan Ukraina. 

4. Tentara bayaran Suriah

Dikutip dari The Guardian, Selasa (8/3/2022) upaya perekrutan warga Suriah oleh Rusia pertama kali dilaporkan situs berita Suriah, DeirEzzor24.

Media tersebut mengatakan, Moskow mencari sukarelawan pengawal pasukan militer dengan kontrak enam bulan dengan bayaran antara 200 dolar AS hingga 300 dolar AS per bulan.

The Wall Street Journal melaporkan, beberapa tentara bayaran Suriah sudah berada di Rusia dan bersiap untuk memasuki medan pertempuran di Ukraina.

Dengan sponsor Rusia dan Turki, tentara bayaran Suriah telah berperang di luar negeri.

Diberitakan Asharq Al-Awsat, mediator di Damaskus dan daerah lain yang dikelola pemerintah di Suriah diberitakan oleh telah mulai menandatangani kontrak dengan pemuda Suriah yang bersedia berperang bersama tentara Rusia di Ukraina.

Daftar wajib militer baru mencakup sekitar 23.000 warga Suriah yang telah bertempur dalam formasi milisi bersama pasukan pemerintah Suriah.

Para pejuang ini pernah pergi berperang di bawah panji-panji Asosiasi Al-Bustan dan Pasukan Pertahanan Nasional (NDF).

Sayap militer Asosiasi Al-Bustan adalah milik sepupu ibu Presiden Suriah Bashar al-Assad, Rami Makhlouf, tetapi kemudian dibubarkan dan diambil alih oleh Damaskus.

Sementara itu, NDF didirikan bersama dengan Iran pada tahun 2012. NDF telah kehilangan daya tarik di medan perang setelah intervensi Rusia di Suriah pada tahun 2015.

5. Grup Wagner

Kelompok Wagner dituding diam-diam bekerja untuk pemerintah Rusia untuk melakukan operasi tempur di berbagai belahan dunia.

Mereka pernah hadir di Libya saat sedang berperang saudara, serta di Suriah, Mozambik, Mali, Sudan, dan Republik Afrika Tengah.

Dari Oktober 2015 hingga setidaknya 2018, Wagner bertempur dengan militer Rusia dan rezim Bashar al-Assad di Suriah.

Dalam beberapa pekan terakhir, sekitar 300 operator Rusia dari Wagner tiba di daerah kantong separatis Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur dengan mengenakan pakaian sipil, menurut pejabat Uni Eropa yang dikutip oleh New York Times.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved