Berita Banda Aceh
Pohon Geulumpang Berusia Ratusan Tahun di Luengbata Ditebang, Ini Penjelasan Keuchik
"Karena khawatir pohon ini tumbang dan jatuh korban jiwa, sehingga kami bersama tuha peut dan perangkat gampong lainnya termasuk unsur pemuda serta...
Penulis: Misran Asri | Editor: Nurul Hayati
"Karena khawatir pohon ini tumbang dan jatuh korban jiwa, sehingga kami bersama tuha peut dan perangkat gampong lainnya termasuk unsur pemuda serta Muspika Luengbata sudah menyepakati untuk menebang pohon geulumpang ini," kata Kurniawan.
Laporan Misran Asri | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pohon geulumpang berusia ratusan tahun yang berada di Jalan T Imuem Luengbata, Lorong Keuchik Ali, Dusun Remaja, Gampong Luengbata, Banda Aceh, Sabtu (12/3/2022) ditebang.
Proses penebangan pohon yang diperkirakan sudah berusia kurang lebih 300 tahun dengan ketinggian pohon sekitar 40 meter menjulang tinggi ke atas itu, melibatkan 4 penebang warga Gampong Leu Eu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.
Para penebang yang jauh-jauh didatangkan dari Kabupaten Aceh Besar, dinilai sudah biasa menebang pohon-pohon berukuran raksasa.
Demikian diungkapkan Taufiq, pengarah yang juga koordinator di lapangan yang turun ke lapangan saat proses penebangan pohon Geulumpang di Gampong Luengbata itu.
Pantauan Serambinews.com, Taufiq saat mengarah penebang yang berada di atas pohon ggeulumpang lengkap dengan chainsaw, menggunakan pengeras suara.
Ia pun tekun mengamati setiap gerakan penebang di atas yang sudah safety, dilengkapi alat pengamanan saat melakukan penebangan.
Baca juga: Dua Rumah di Bireuen Rusak Akibat Tertimpa Pohon Mangga yang Sedang Ditebang
"Semoga semua prosesnya berjalan lancar. Insya Allah kalau tidak ada kendala ini dua hari sudah selesai," kata Taufiq.
Sebelum proses penebangan dimulai pukul 08.00 WIB tadi pagi, seluruh penebang, baik yang bertugas di bawah atau berada di atas untuk melakukan penebangan, terlebih dahulu mereka di-peusijuek (ditepung tawari) dan diadakan kenduri.
Harapan dan doanya semoga segala proses berjalan dengan baik, lancar, dan aman.
Keuchik Luengbata, Kurniawan Putradian, kepada Serambinews.com, mengatakan penebangan pohon geulumpang berusia ratusan tahun itu harus ditebang.
Selain kondisinya yang sudah tua, pohon tersebut juga mulai miring ke arah timur mengarah ke permukiman warga.
"Karena khawatir pohon ini tumbang dan jatuh korban jiwa, sehingga kami bersama tuha peut dan perangkat gampong lainnya termasuk unsur pemuda serta Muspika Luengbata sudah menyepakati untuk menebang pohon geulumpang ini," kata Kurniawan.
Baca juga: VIDEO - Viral, Aksi Emak-emak di Muna Tebang Pohon, Blokade Jalan Rusak
Menurutnya, kekhawatiran itu juga disampaikan oleh warga, terutama yang tinggal tidak jauh dari pohon geulumpang yang berdiri tegak tersebut.
"Sebelumnya kami sudah meminta bantuan DLHK3 Banda Aceh, tapi karena mengaku tidak punya alat, sehingga kami harus menyewa penebang yang sudah ahli. Untuk semua proses penebangan ini kami plotkan menggunakan dana desa Rp 16 juta dari anggaran penanggulangan bencana," terang Keuchik Luengbata ini.
Meski targetnya dua hari proses penebangannya sudah selesai, tapi itu tidak menjadi hal mutlak, ujar salah satu keuchik muda yang terpilih beberapa waktu lalu di Pilchiksung Kota Banda Aceh.
"Target dua hari tidak mesti. Intinya, semua proses bisa berjalan aman dan lancar, terutama untuk keselamatan pekerja serta warga," pungkas Kurniawan.(*)
Baca juga: VIDEO - Antisipasi Warga Nonton Balapan secara Ilegal, Pohon di Sekitar Sirkuit Mandalika Ditebang