Wisata

Kerawang Gayo, Oleh-oleh Khas dari Dataran Tinggi Gayo yang Banyak Diminati Wisatawan

Oleh-oleh dari kota dingin ini bisa diperoleh di berbagai oulet souvenir. Seperti halnya outlet souvenir milik Surita (34).

Penulis: Bagus Setiawan | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/BAGUS SETIAWAN
Wisatawan yang datang sedang melihat-lihat produk dengan motif Kerawang Gayo. 

Laporan Bagus Setiawan l Aceh Tengah 

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Datang berwisata ke Takengon, tentu tidak lengkap jika tidak membawa oleh-oleh khasnya. 

Salah satunya adalah souvenir Kerawang Gayo.

Oleh-oleh dari kota dingin ini bisa diperoleh di berbagai oulet souvenir.

Seperti halnya outlet souvenir milik Surita (34).

Tas dengan motif Kerawang yang di gantung rapi. (12/3/2022) SERAMBINEWS.COM/BAGUS SETIAWAN.
Tas dengan motif Kerawang yang di gantung rapi. (12/3/2022) SERAMBINEWS.COM/BAGUS SETIAWAN. (SERAMBINEWS.COM/BAGUS SETIAWAN)

Saat disambangi Serambinews.com, Sabtu (12/3 /2022), Surita mengaku sudah berjualan kerajinan Kerawang sejak 8 tahun lalu di jalan Telege Dumen, Bebesen.

Sebagian souvenir Kerawang Gayo itu tersusun rapi di dalam etalase dan sebagian lagi ada yang digantung.

Mengintip, Usaha Kerawang Gayo di Bebesen, Aceh Tengah kian Sukses

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 10 ribu, wisatawan yang datang sudah dapat membawa oleh-oleh khas Takengon ini.

Sedangkan untuk harga tertinggi adalah Ulen-ulen berkisar Rp 1,5 juta.  

Produk yang ia jual berupa tas, sarung, baju, kopiah, kotak tissue, kotak pensil dompet dan lainnya. 

"Di sini kita menyediakan tas, baju, sarung, kopiah, paling kecil itu gelang dan gantungan kunci," kata Surita. 

Di sini juga ia menerima pesanan sesuai permintaan. 

Biasanya kunjungan akan ramai saat libur besar seperti lebaran.

Pengunjung yang datang dari seluruh penjuru Aceh hingga Indonesia. 

"Ada dari Medan, Jambi, pulau jawa, Manado sampai Papua juga ada. Kalo di daerah Aceh sendiri mungkin hampir keseluruhan" kata Surita.

Mengenai omzet sendiri, di hari biasa rata-rata ia dapat meraup mulai Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta per hari. 

Namun saat hari libur besar dapat melejit hingga Rp 7 juta per hari, bahkan sampai Rp 15 juta.

Selain dari kunjungan, Surita juga mengirim produknya jika menerima pesanan dari luar kota.

Produk tersebut dipesan oleh orang Gayo yang ada di luar kota dan juga wisatawan yang pernah datang.

Usaha Kerawang ini biasanya buka mulai pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB tergantung cuaca.(*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved