Selasa, 28 April 2026

Berita Kutaraja

Gubernur Aceh Nova Iriansyah Tabur Tanah Peninggalan Iskandar Muda dan Percik Air Masjid Raya di IKN

Gubernur Nova adalah orang kedua yang diberi kesempatan menabur tanah dan air setelah diawali Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerahkan tanah dari Aceh kepada Presiden Jokowi pada acara tabur tanah dan percik air di lokasi calon Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (14/3/2022). 

SERAMBINEWS.COM, BALIKPAPAN - Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama gubernur se-Indonesia melakukan tabur tanah dan percik air dari daerah masing-masing di lokasi calon Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (14/3/2022).

Dalam kegiatan yang dipimpin langsung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu, Gubernur Nova adalah orang kedua yang diberi kesempatan menabur tanah dan air setelah diawali Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

Tanah dan air dari masing-masing provinsi ini diserahkan ke Presiden Jokowi untuk dimasukkan ke dalam Kendi Nusantara. 

Nova mengatakan, Pemerintah Aceh mengambil tanah dari Kompleks Museum Aceh yang menyimpan peninggalan masa Kesultanan Aceh Darussalam yaitu tanah makam Sultan Iskandar Muda.

Kesultanan Aceh Darussalam mengalami masa kejayaan ketika dipimpin Sultan Iskandar Muda atau Sultan Meukuta Alam pada 1607-1636 Masehi. 

Tanah makam Sultan Iskandar Muda yang ditaburkan ke titik nol IKN, beber Nova, akan mencerminkan kekuatan perjuangan dan keteguhan. 

Baca juga: Ini Alasan Gubernur Aceh Membawa Tanah dari Museum Aceh dan Air dari Masjid Raya Baiturrahman ke IKN

Sementara air diambil dari Masjid Raya Baiturrahman, merupakan peninggalan Kerajaan Aceh yang menjadi simbol agama, budaya, dan perjuangan masyarakat Aceh. 

Masjid ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan dan saksi kejayaan Kerajaan Aceh, tetapi juga pernah dijadikan markas pertahanan terhadap serangan para penjajah. 

Tanah Museum Aceh dan air dari Masjid Raya Baiturrahman adalah dua bentuk kesadaran sejarah dan kekuatan Ilahiah akan adanya keluhuran dan kepatuhan dalam beragama.

"Diharapkan tanah dan air yang dibawa dari Aceh ini dapat menjadi kekuatan perjuangan dan kekuatan agama agar pondasi pendirian IKN nantinya menjadi kuat," papar Gubernur Nova. 

Dia mengungkapkan, adapun filosofi lain dari tanah dan air Aceh itu adanya kekuatan dan kemandirian daerah dalam membentuk struktur negara, sesuai dengan hadih maja Aceh, "Adat bak poteumeureuhom, hukom bak syiah kuala."

Jika diartikan mengarah kepada resam budaya yang diputuskan oleh raja-raja atau pemerintah serta keputusan hukum berdasarkan pendapat oleh kaum ulama. 

Baca juga: Pohon Jeumpa, Flora Identitas Aceh yang Ditanam Gubernur Nova Iriansyah Bersama Presiden di IKN

Dalam konteks IKN, urai Nova, masyarakat Kalimantan Timur harus berlomba dalam membangun Kaltim sebagai calon ibu kota baru negara dengan segenap jiwa dan keintelektualannya. 

"Kemudian, hukom bak syiah kuala, adalah bentuk daerah dengan nuansa religi yang sangat kental, jadi poin agamis tentang hukum keagamaan masuk ke dalam sila terpenting penegakan pedoman rakyat Aceh," tambahnya.

"Terkait IKN, kita juga berharap nantinya ibu kota baru negara ini juga punya pondasi seperti hadih maja Aceh tersebut," ungkap Nova. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved