Serambi Awards 2022

Merajut Konektivitas, Membangun Aceh

Akhir tahun 2022 ini, seluruh kabupaten-kota di Aceh akan terkoneksi, mulai dari pesisir timur, tengah, hingga barat selatan.

Editor: IKL
FOTO HUMAS PEMERINTAH ACEH
Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, melambaikan tangan ke arah penumpang KMP Aceh Hebat 1 sesaat setelah lepas jangkar dari Pelabuhan Calang, Aceh Jaya, Selasa (9/3/2021) sore. Gubernur menyapa penumpang dan melepas tali pengikat sebelum kapal itu melakukan pelayaran perdana ke Pelabuhan Kolak, Sinabang, Kabupaten Simeulue (insert). 

SERAMBINEWS.COM, TAK LAMA LAGI, JALAN-  jalan yang menghubungkan kawasan tengah dengan pesisir Aceh selesai dibangun. Jalan-jalan itu akan membuat arus transportasi semakin lancar, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan pada akhirnya menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Total ada 11 ruas jalan dengan 14 paket pekerjaan yang dibangun dengan skema Multi Years Contract atau tahun jamak 2020-2022, dengan total nilai anggaran mencapai Rp 2,4 triliun. Dari Simeulue, hingga jalan-jalan yang menghubungkan kawasan tengah dengan pesisir timur dan barat-selatan Aceh. Proyek ini dimulai sejak tahun 2021 lalu, ditandai dengan peletakan batu pertama pengerjaan jalan Sinabang-Sibago pada 2 Februari, dilanjutkan dengan jalan Babahrot batas Gayo Lues, dan Jalan Trumon-Beuloh Seuma di Kabupaten Aceh Selatan.

Keberhasilan Pemerintah Aceh memulai pembangunan jalan-jalan tersebut menjadi sebuah tonggak sejarah baru dalam mewujudkan konektivitas antarkabupaten di Aceh yang sebenarnya telah direncanakan cukup lama, sekaligus membuka keterisoliran yang telah berlangsung sejak Indonesia merdeka. Untuk diketahui, gagasan pembanguan jalan tembus ini awalnya dicetuskan oleh Gubernur Ibrahim Hasan pada awal-awal tahun 1990-an. Saat itu namanya Jalan Terobosan.

Baca juga: APRESIASI UNTUK YANG INOVATIF

Meliputi: ruas jalan Geumpang-Tutut (Aceh Barat), ruas jalan Beutong-Takengon (Nagan Raya), ruas jalan Krueng Geukueh-Bener Meriah (Eks KKA, Aceh Utara), dan ruas jalan Peureulak-Pinding-Lokop (Aceh Timur). Totalnya terdiri dari 12 ruas jalan.

Gagasan jalan tembus ini dilanjutkan oleh Gubernur Syamsuddin Mahmud dengan nama Jaring Labalaba pada tahun 1995-2000. Gubernur Abdullah Puteh juga melanjutkan proyek tersebut dengan nama Ladia Galaska 2002-2006 dan 2008-2010, dan berikutnya di masa Gubernur Zaini Abdullah secara kontrak tahunan (single years). Lima kali Aceh berganti pemimpin, dari 12 ruas jalan itu, hanya satu ruas jalan yang berhasil dibangun dan benar-benar rampung, yaitu jalan penghubung dari Aceh Utara ke Bener Meriah sepanjang 45 km atau disebut juga jalan eks KKA (PT Kertas Kraft Aceh).

Kini, 30 tahun kemudian, di masa kepemimpinan Gubernur Nova Iriansyah gagasan itu benar-benar terwujud. Pemerintah Aceh bersama DPRA menyepakati pembangunan 11 ruas jalan yang tersisa. Akhir tahun 2022 ini, seluruh kabupaten-kota di Aceh akan terkoneksi, mulai dari pesisir timur, tengah, hingga barat selatan.

Pembangunan Aceh kelak bakal menuju sebuah babak baru. Sesuai dengan visi misi Pemerintah Aceh yang dituangkan dalam 15 Program Aceh Hebat melalui Aceh Seumeugoet (Pembangunan sarana, prasarana dan koneksi ekonomi).

Kapal Aceh Hebat Konektivitas antar kabupaten/kota juga diwujudkan Pemerintah Aceh melalui pengadaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 1, 2, dan 3, senilai Rp 175 miliar. Masing-masing sebesar Rp 73,9 miliar untuk Kapal Aceh Hebat 1 dengan spesifi kasi 1.300 Gross Tonage (GT), Rp 59,7 miliar untuk KMP Aceh Hebat 2 dengan spesifi kasi 1.100 GT, dan Rp 38 miliar dengan rencana 600 GT.

KPM Aceh Hebat 1 mulai berlayar sejak KMP Aceh Hebat 1 mulai berlayar pada 9 Maret 2021 untuk melayani rute pelayaran Aceh Jaya - Simeulue, KMP Aceh Hebat 2 berlayar sejak 30 Januari 2021 untuk rute Ulee Lheue Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan Sabang, dan KMP Aceh Hebat 3 berlayar sejak 7 Maret 2021 melayani rute SingkilPulau Banyak - Simeulue.

Pengadaan ketiga kapal ini menjadi sejarah baru transportasi laut Aceh, karena menjadi kapal pertama yang dimiliki langsung oleh rakyat Aceh dengan ukuran yang relatif besar. Selama ini, pelayaran Aceh dilayani oleh kapal milik ASDP (Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan). Terakhir dilayani oleh KMP BRR yang dihibahkan oleh Kementerian Perhubungan. Kapal itu kini melayani rute Balohan Sabang-Ulee Lheu Banda Aceh. (*)

UPAYA MEMBANGUN KONEKTIVITAS

1. Peningkatan Jalan Sinabang-Sibigo

2. Peningkatan Jalan Batas Aceh SelatanKuala Baru-Singkil-Telaga Bakti

3. Peningkatan Jalan Nasreuhe-LewakSibigo

4. Peningkatan Jalan Trumon-Batas Singkil

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved