Breaking News:

Cahaya Aceh

Pekan Budaya dan Tradisi Barsela Digelar di Subulussalam, Delapan Daerah Berpatisipasi

Kegiatan itu bakal menyajikan tradisi dan budayanya masing-masing di kawasan berjuluk 'Kota Syekh Hamzah Fansuri'.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Ilustrasi - Peserta dari sejumlah kabupaten kota di Aceh mengikuti lomba menganyam yang digelar dalam rangka memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-7 di Museum Aceh, Banda Aceh, Senin (13/8). 

Kegiatan itu bakal menyajikan tradisi dan budayanya masing-masing di kawasan berjuluk 'Kota Syekh Hamzah Fansuri'.

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh (Disbudpar) Aceh akan menghelat Pekan Budaya dan Tradisi Barat Selatan (Barsela) pada 19-21 Maret 2022 di Lapangan Sada Kata, Kota Subulussalam.

Partisipan berasal dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Simeulue, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, Kota Subulussalam, dan Aceh Singkil.

Kegiatan itu bakal menyajikan tradisi dan budayanya masing-masing di kawasan berjuluk 'Kota Syekh Hamzah Fansuri'.

Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin menjelaskan, daerah Barsela Aceh memiliki potensi dari sektor budaya, tradisi, maupun pariwisatanya.

“Selain untuk membangkitkan minat dan perhatian para pemuda terhadap seni dan budaya asal, pagelaran pekan budaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal dan menarik minat investor,” ujar Jamaluddin di Banda Aceh, Senin, 14 Maret 2022.

Melalui kegiatan tersebut, Jamaluddin berharap budaya dan tradisi lokal  dapat terus digaungkan dan dilestarikan masyarakat daerah barat selatan Aceh.

Baca juga: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie Gelar Teut Apam Massal, Diikutkan Festival di Kabupaten

“Sudah menjadi tanggung jawab kita besama menjaga dan melestarikan seni budaya dan tradisi Aceh. Budaya dan adat harus dijaga karena merupakan kekhasan suatu daerah. Semoga kegiatan ini bisa terjalin silaturahmi, menambah kecintaan terhadap budaya dan tradisi, serta dapat menyalurkan bakat dan motivasi,” ucapnya.

Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh, Evi Mayasari menambahkan, rangkaian event terdiri dari penampilan budaya dan tradisi, pameran kriya dan kuliner unggulan 8 kabupaten/kota, pentas seni, serta kenduri kuah beulangong.

“Even ini turut melibatkan Dekranasda dari masing kabupaten/kota dan juga generasi milenial. Nanti ada juga pemberian penghargaan kepada tokoh seni dan budaya Subulussalam, serta apresiasi kepada stan pameran dan pentas seni terbaik,” jelasnya.

Diselenggarakannya pekan budaya dan tradisi ini, kata Evi, juga sebagai ajang pemanasan untuk kegiatan akbar Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) pada tahun depan.

“Even ini sekaligus jadi ajang pemanasan PKA tahun 2023 di Banda Aceh, yang direncanakan digelar bulan Agustus tahun depan,” pungkasnya.

Pekan Budaya dan Tradisi Barsela 2022 akan menerapkan protokol kesehatan (Protkes) dengan konsep Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE).

Pengunjung diharapkan tetap mematuhi Prokes.

Acara ini juga akan disiarkan secara langsung melalui akun Youtube Disbudpar Aceh. (*)

Baca juga: Rawat Tradisi dan Budaya Lokal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Gelar Festival Seni Pidie Jaya

 



  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved