Ketahanan Pangan
Persedian Beras Aceh Aman dengan Harga Stabil, Panen Raya Dimulai Akhir Maret dan Awal April
ntuk stok beras kita tidak perlu kuatir hadapi bulan puasa, yang kami khawatirkan, pada akhir Maret dan awal April 2022 nanti, akan ada panen raya ser
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Para pengusaha kilang padi di Aceh Besar dan daerah lainnya menyatakan, pemerintah dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap stok beras.
Stoknya di kilang padi dan toko beras, masih ada puluhan ribu ton lagi dan harganya juga masih stabil.
Beras medium dilepas dengan harga Rp 10.000/Kg atau Rp 150.000/sak (15 Kg) dan beras kualitas premium dilepas dengan harga Rp 11.000/Kg atau Rp 155.000-Rp 160.000/sak (15 Kg).
“Untuk stok beras kita tidak perlu kuatir hadapi bulan puasa, yang kami khawatirkan, pada akhir Maret dan awal April 2022 nanti, akan ada panen raya serentak di berbagai daerah, harga gabah dan beras kemungkinan akan bergerak turun,” ungkap Ketua Perpadi Aceh, Darmawan kepada Serambinews.com, Senin (14/3/2022).
• Aceh Masih Andalkan Beras Lokal, Kepala Bulog Pastikan Belum Pernah Minta Stok Beras Impor
Ia mengatakan, harga beras kualitas medium di pasar masih dijual dengan harga Rp 10.000/Kg dan beras kualitas premium Rp 11.000/Kg, karena harga gabahnya saat ini masih berkisar Rp 4.800 - Rp 5.000/Kg, di atas HET pemerintah Rp 4.250 – Rp 4.300/Kg.
Setelah semua daerah mengalami panen raya, pada akhir Maret dan awal April nanti, harga gabahnya kemungkinan bisa turun lagi menjadi Rp 4.700-Rp 4.300/Kg.
Menurut informasi dari anggota Perpadi di daerah, sebut Darmawan, ada beberapa daerah yang panen padinya serentak pada akhir Maret dan awal April.
Yaitu Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pijay, Pidie, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Abdya.
Biasanya kalau di sumua daerah sentra produksi gabah, sedang panen padi serentak, kata Darmawan, harga gabah akan menurun dan bisa anjlok di bawah HET. Tapi sampai dimana turunnya, kita lihat saja.
“Bulog baru akan membeli gabah petani, jika harga gabah kering panen (GKP) petani berada antara Rp 4.250 – Rp 4.300/Kg dengan kualitas kadara air 20 persen, dan beras sekitar Rp 8.300/Kg, ”ujar Darmawan.
• Kapolda Aceh Bagi Beras untuk Peserta Vaksin di Peukan Bada
Sementra ini, sebut Darmawan, harga gabah di Aceh Besar yang sudah mulai panen, masih berkisar Rp 5.000 – Rp 5.200/Kg. Tapi bila nanti sudah banyak daerah yang panen padi, harga gabah di Aceh Besdar, bisa ikut menurun.
Untuk itu, kata Darmawan, ia berharap pada saat panen raya dan harga gabah petani jatuh di bawah harga eceran tertinggi (HET), pemerintah melalui Bulognya bisa membeli gabah petani sesuai kualitas yang telah ditetapkan.
Kenapa pemerintah perlu menampung gabah dan beras petani, kata Darmawan, pertama, pada saat musim tanam padi rendeng tiga bulan lalu, jadwal penyaluran pupuk subsidi NPK dan Urea bergeser, sehingga petani banyak membeli pupuk non subsidi dengan harga yang mahal untuk memenuhi kebutuhan pupuk tanama padinya.
Pupuk urea dan NPK non subsidi dibeli dengan harga Rp 500.000 – Rp 550.000/sak (50 Kg), sementara pupuk urea dan NPK subsidi harganya berkisar Rp 115.000 – Rp 125.000/sak (50 Kg).
Kedua, harga berbagai kebutuhan pokok saat ini sudah meningkat. Minyak Goreng harganya saat ini antara Rp 14.000 - Rp 20.000/Kg, gula pasir juga sudah naik dari Rp 14.000 menjadi Rp 15.000/Kg, tepung terigu dan telur, harganya juga mulai bergerak naik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/beras-kualitas-medium-dan-premium-dala.jpg)