Internasional
Jenderal Rusia Tewas di Mauripol, Kremlin Cari Bala Bantuan Tentara Bayaran Asing
Seorang Jenderal Rusia kembali tewas dalam pertempuran di Mariupol, Ukraina pada Selasa (15/3/2022).
SERAMBINEWS.COM, KIEV - Seorang Jenderal Rusia kembali tewas dalam pertempuran di Mariupol, Ukraina pada Selasa (15/3/2022).
Jenderal itu bernama Mayor Jenderal Oleg Mityaev (44) komandan divisi senapan bermotor ke-150.
Dilansir AP, Rusia tidak mengkonfirmasi kematian itu.
Sedangkan pertempuran berlanjut di pelabuhan Mariupol yang terkepung .
Dimana, 20.000 orang telah meninggalkan kota dengan mobil pribadi, kata Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Rabu 16/3/2022).
Mariupol telah dibombardir hampir konstan dalam dua minggu terakhir ini.
Karena pelabuhan itu dianggap sebagai target utama bagi pasukan Rusia.
Penduduk dan pejabat kota melaporkan kota itu tidak memiliki air atau listrik dan tidak ada sarana untuk berkomunikasi dengan dunia luar.
Cadangan makanan hampir habis, pejabat kota telah melaporkan.
Pejabat Ukraina memperkirakan 2.000 orang telah tewas di sana.
Sedangkan 200.000 orang akan mendapat manfaat dari koridor kemanusiaan yang memungkinkan mereka untuk dievakuasi..
Pasukan Ukraina pada Selasa (15/3/2022) malam menahan serangan terhadap Kharkiv oleh pasukan Rusia.
Pasukan Rusia mencoba menyerbu kota dari posisi mereka di Piatykhatky, pinggiran kota 15 kilometer ke utara, kata kepala wilayah Kharkiv.
Sebuah upacara pemakaman diadakan di Lviv untuk empat tentara Ukraina tewas.
Baca juga: Badan Intelijen Ukraina Klaim Seorang Jenderal Rusia Kembali Tewas, Moskow Belum Konfirmasi
Seusai terkena serangan Rusia di sebuah pangkalan pelatihan milier di Yavoriv di Ukraina barat.
Serangan pada Minggu (12/3/2022) menewaskan sedikitnya 35 orang.
Selain itu, kerugian besar Rusia di medan perang di Ukraina telah menghentikan serangannya.
Sehiangga, memaksanya untuk mencari bala bantuan dari pasukan yang ditempatkan di Pasifik dan membayar pasukan bayaran asing, kata Kementerian Pertahanan Inggris.
Rusia telah mencari tentara bayaran dari Suriah dan tempat lain untuk berperang di Ukraina.
“Rusia kemungkinan akan berusaha menggunakan pasukan ini untuk mempertahankan wilayah yang direbut," kata Atase Pertahanan Inggris Mick Smeath dalam sebuah pernyataan Selasa (15/3/2022) malam.
Baca juga: Seorang Jenderal Rusia Kembali Tewas Dalam Pertempuran di Mariupol
"Rusia juga akan memperkuat kekuatan tempurnya untuk memperbarui operasi ofensif yang terhenti,” tambahnya.
Perlawanan Ukraina telah menghambat kemajuan Rusia, yang kemampuannya untuk menguasai wilayah yang direbutnya akan terdegradasi oleh kerugian yang berkelanjutan, menurut intelijen militer Inggris.
Sebelumnya seorang pejabat senior Departemen Pertahanan Inggris mengatakan serangan Rusia terhadap kota-kota besar Ukraina, termasuk Kiev, tidak mengalami kemajuan.
Namun, pasukan Rusia terus membombardir Kiev dengan tembakan artileri dan rudal.
Menyerang daerah pemukiman dengan frekuensi yang meningkat, menurut pejabat tersebut, yang berbagi penilaian medan perang dengan syarat anonim.
Kekuatan utama Rusia telah membuat kemajuan minimal menuju Kiev.
Tepi terdepan pasukan tetap sekitar 17 km barat laut dan 24 km ke timur dari pusat kota.
Ukraina terus melakukan perlawanan keras, termasuk dekat kota Kharkiv.(*)
Baca juga: Dua Jenderal Rusia Tewas dalam Pertempuran di Kharkiv Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mayor-jenderal-rusia-oleg-mityaev.jpg)