Senin, 1 Juni 2026

Serambi Awards 2022

Melahirkan Penghafal Alquran Lewat Qanun

Program satu gampong satu hafiz harus terwujud, sebagai tanggungjawab kita membentuk generasi muda Qurani

Tayang:
Editor: IKL
For Serambinews.com
Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali 

Program satu gampong satu hafiz harus terwujud, sebagai tanggungjawab kita membentuk generasi muda Qurani

SERAMBINEWS.COM,- SEBAGAI komitmen atas dipilihnya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Aceh Besar, 35 anggota dewan yang ada pun membalasnya dengan melahirkan sejumlah Qanun yang diperuntukkan bagi kepentingan rakyat.

Diantara sejumlah Qanun yang sudah berhasil dilahirkan DPRK Aceh Besar, Qanun Satu Gampong Satu Hafiz dan sistem pendidikan terpadu (SPT) jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) menyentuh kaum muda yang akan menjadi generasi penerus bagi Kabupaten Aceh Besar.

Sebagai bagian dari Provinsi Aceh yang menerapkan Syariat Islam, Aceh Besar pun tak tinggal diam. Pendidikan berbasis keagamaan terus ditingkatkan. Melahirkan generasi Qurani juga terus diperbanyak.Program satu gampong satu hafiz salah satu bukti komitmen Pemerintah bersama DPRK Aceh Besar menegak Syariat Islam.

 Sebanyak 35 anggota DPRK Aceh Besar dibawah kepemimpinan Iskandar Ali SPd MSi sebagai Ketua dan Baktiar dan Zulfi kar Aziz sebagai Wakil Ketua merasa ikut bertanggungjawab dalam melahirkan generasi muda pencinta Alquran. Sebagai bentuk tanggungjawab itulah, maka seluruh anggota dewan Aceh Besar bersepakat melahirkan Qanun satu gampong satu hafiz sebagai regulasinya. Siapapun yang akan memimpin Aceh Besar ke depan, regulasi ini harus terus dijalankan.

Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali mengatakan, di akhir tahun 2021, DPRK Aceh Besar melahirkan qanun Satu Gampong Satu Hafi z adalah lanjutan dari SPT. Para generasi muda Aceh Besar dididik untuk menjadi seorang hafi z, tidak saja untuk menambah jumlah penghafal Alquran d0 gamponggampong, tapi langkah ini juga sebagai upaya membumikan Alquran di Negeri Seulawah.

Lahirnya qanun itu, kata Iskandar Ali, harus didukung dan dilaksanakan dari dana desa. Dana desa bukan saja untuk membangun infrastruktur, tapi juga program-program yang ada di desa, seperti melahirkan hafiz Quran. “Program satu gampong satu hafiz harus terwujud, sebagai tanggungjawab kita membentuk generasi muda Qurani,” tandasnya.

Menurut Ketua DPD PAN Aceh Besar itu, dengan sistem pendidikan terpadu dan program satu gampong satu hafi z akan memudahkan para generasi muda Aceh Besar untuk memperlancar hafalan. “Karena memang di sistem pendidikan terpadu, anak-anak juga sudah dilatih melakukan hafalan ayat-ayat Alquran,” terang Iskandar Ali.

Ditambahkan, program SPT itu juga sebagai upaya agar SD maupun SMP di Aceh Besar tidak menjadi bangunan kosong. Mengingat banyak orang tua sekarang menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah berbasis keagamaan, seperti SDIT atau SMPIT.

 Jadi, kata Iskandar Ali, dengan adanya SPT ini, sekolah umum seperti SD dan SMP diberikan pendidikan lebih, seperti pendidikan diniyah yang gurunya direkrut dari pondok pesantren. “SPT ini untuk membentuk sikap dan moral anak didik,” pungkas Ketua DPRK Aceh Besar itu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved