Minggu, 10 Mei 2026

Tawuran

Diduga Hendak Tawuran, 11 Pelajar Diamankan Polisi Beserta Senjata Tajam dan Molotov

Polisi menemukan beberapa senjata tajam dan dua bom molotov di lokasi para pelajar tersebut diamankan.....

Tayang:
Editor: Eddy Fitriadi
kompas.com
ILUSTRASI tawuran pelajar. Diduga Hendak Tawuran, 11 Pelajar Diamankan Polisi Beserta Senjata Tajam dan Molotov. 

SERAMBINEWS.COM - Personel Polres Bantul mengamankan 11 pelajar yang diduga hendak melakukan tawuran pada Kamis (17/3/2022) dini hari.

Polisi menemukan beberapa senjata tajam dan dua bom molotov di lokasi para pelajar tersebut diamankan.

Demikian disampaikan Kapolres Bantul, AKBP Ihsan. Dikatakan, kasus itu bermula ketika masyarakat mencurigai adanya konvoi beberapa remaja di sekitar ringroad selatan dan melapor ke Polsek Kasihan.

Berbekal laporan tersebut, petugas kepolisian pun melakukan patroli dan penyelidikan.

"Sehingga kami dapat menemukan sekelompok remaja yang berstatus pelajar, dan mengamankan 11 orang," ujarnya.

Dari pengakuannya, sore hari sebelumnya mereka didatangi dua orang tak dikenal yang mengajak untuk tawuran.

Dan dari sana disepakati tempat lokasi tawuran berada di sepanjang ringroad.

Seorang pelajar kemudian menyiapkan senjata untuk tawuran, yakni sembilan senjata tajam hasil buatannya sendiri.

Mereka pun mulai konvoi mencari penantangnya sekitar pukul 1.00 WIB dini hari, hingga akhirnya mereka berkumpul di salah satu rumah anggota geng mereka pada pukul 2.00 WIB.

Saat itulah petugas kepolisian meringkus para pelajar tersebut.

Sebelas remaja tersebut merupakan teman satu sekolah di salah satu SMK di wilayah Kota Yogyakarta dan mengaku bergabung dalam geng sekolah.

Pada saat diamankan, petugas melakukan pengembangan dan mendapati barang bukti berupa sembilan bilah senjata tajam dan dua botol bom molotov yang berisi minyak dan sumbu.

"Barang bukti tersebut ditemukan sekitar lokasi tempat mereka berkumpul, dan bukan di badan (dibawa)," ungkap Kapolres.

Hanya saja, salah satu pelajar, yakni MSM (16) warga Kasihan, Bantul mengaku dialah yang membuat sembilan senjata tajam tersebut.

Setelah pemeriksaan, lanjut Ihsan, pihaknya berkoordinasi dengan kejaksaan dan dari hasil koordinasi tersebut jaksa belum dapat menerima kasus ini.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved