Serambi Awards 2022

Terus Bergerak di Masa Pandemi

WABAH pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada awal tahun 2020, benar-benar menjadi ujian terbesar bagi perusahaan ekspedisi dan multimoda transport.

Editor: IKL
SERAMBINEWS.COM/Handover
Bos PT Trans Continent, Ismail Rasyid memperlihatkan miniatur kapal kontainer hadiah ulang tahun ke-53, dari putrinya Syifa Aulia, Sabtu 3 Juli 2021. 

SERAMBINEWS.COM - WABAH pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada awal tahun 2020, benar-benar menjadi ujian terbesar bagi perusahaan ekspedisi dan multimoda transport. Berbagai pembatasan dan ketatnya aturan dari pemerintah untuk menghentikan sementara kegiatan ekonomi, baik produksi maupun distribusi barang barang menyebabkan turunnya kegiatan transportasi dan logistik yang non essensial - pembatasan pergerakan dan perjalanan dan pengiriman barang, membuat banyak perusahaan ekspedisi tak lulus ujian, hingga harus menutup lembaran sejarahnya.

Sebagaimana perusahaan multimoda lainnya, PT Trans Continent juga menghadapi ujian ini. Hanya saja, Ismail Rasyid tak mau berlama-lama dalam kegamangan manusia menghadapi virus corona. Ia bergerak cepat, mempelajari berbagai aturan di setiap negara, agar dapat segera kembali menjadi jembatan bagi Indonesia ke berbagai negara. Ismail menjadikan situasi yang sedang melanda seluruh dunia itu sebagai tantangan sekaligus peluang.

Bersama para karyawannya, PT Trans Continent tetap bergerak berpacu dengan waktu. Apalagi kemudian adalah kebijakan pemerintah, perusahaan jasa yang bergerak di bidang logistics mendapatkan pengecualian, serta diizinkan beroperasi dengan tetap melaksanakan protokol Covid.

Yang mencengangkan, selama masa Covid-19 sejak awal 2020 hingga sekarang, Ismail Rasyid mengambil langkah berani dengan menanam invetasi besar-besaran di sejumlah daerah, Aceh adalah salah satunya. Selebihnya Ismail memperkuat basecamp di Surabaya, Bitung, Medan, Banyuwangi, dan Sibolga.

Gebrakan Ismail yang paling fenomenal adalah --dengan network yang dimiliki-- terus melakukan pendekatan dan menjadi salah satu mitra logistic untuk mensupport project pertambangan di kawasan industri yang sedang menjadi pusat perhatian, yakni Morowali Sulawesi Tengah, serta juga lebih dalam lagi sedang menjajaki untuk memasuki wilayah pengembangan pertambangan baru di daerah Konawe, juga di Sulawesi.

Di Aceh, tak hanya membuka kantor di Seutui, PT Trans Continent juga membuka sebuah Kawasan Industri di atas tanah seluas 11 hektare di Gampong Beurandeh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Kawasan PT Trans Continent tersebut hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya.

Ismail Rasyid mengatakan, dalam perencanaan jangka panjang, basecamp ini bukan hanya sekedar menjadi gudang alat berat dan kontainer, tapi menjadi Pusat Logistik Berikat (PLB) terpadu. Untuk mendukung aktivitas perekonomian berbasis lokal, baik komoditi unggulan Aceh - perikanan-industri kerajinan Aceh, Ismail akan membangun sebuah kompleks produksi yang lengkap bagi UMKM, di salah satu sudut PLB itu.

Kami akan menjadikan kawasan ini sebagai centre of growth untuk mensupport dan membuka jaringan logistik di Provinsi Aceh. Kita harapkan pengembangan ini secara terintergrasi akan mampu menekan biaya transportasi dan pada akhirnya akan menurunkan tingkat infl asi serta meningkatnya daya saing produk yang dihasilkan di daerah Aceh ke depan.

Aceh secara geografis sangat diuntungkan oleh karena berada langsung pada jalur perdagangan internasional dan dikelilingi serta berbatasan langsung dengan beberapa negara, sehingga secara maritim dan pengembangan logistik sangat menguntungkan, walaupun secara nasional kita berada di ujung paling barat.

Dengan berbagai keuntungan komparatif tersebut, kami sangat ingin untuk menghidupkan kembali legacy Aceh sebagai salah satu pusat perdagangan dunia. Oleh karena itu kami akan mulai dengan membuka kembali jalur perdagangan dari Aceh ke Port Klang & Tanjung Pelepas (Malaysia) dan juga Singapore, sebagai hub distribution untuk bisa connect ke tujuan belahan dunia lainnya, seperti Eropa - China - Amerika –Africa, dan Australia.

Demikian juga dengan digagasnya serta di fasilitasi oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Departement Luar Negeri untuk kerja sama langsung antara Aceh dengan India (Andaman & Nicobar).

Ismail sedang merajut sebuah mimpi besar, memantau aktivitas bongkar muat kontainer dari kantor megah yang didirikannya di atas bukit kecil di Gampong Beurandeh Krueng Raya. Dengan penuh harapan dan usaha yang konsiten insya Allah, kami akan menjadikan kantor yang ada di Aceh Besar ini untuk menggerakkan dan mengontrol seluruh aktifitas kami, baik lokal, regional, maupun internasional. Mohon doanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved