Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Ini Kendala Suplai Air Bersih ke  Idi Cut dan Idi Rayeuk Kurang Maksimal 

"Jadi kendalanya, dari IPA Lhoknibong air diisi dulu ke bak penampungan atau reservoir di Bagok (butuh waktu 4 jam baru penuh). Setelah bak penuh baru

Tayang:
Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ SENI HENDRI
Pekerja sedang menanam pipa jaringan baru dari IPA IKK Teumpen, Buket Tateh, Blang Barom, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Penanaman sudah sampai ke Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur, Jumat (18/3/2022). 

"Jadi kendalanya, dari IPA Lhoknibong air diisi dulu ke bak penampungan atau reservoir di Bagok (butuh waktu 4 jam baru penuh). Setelah bak penuh baru didistribusikan ke pelanggan di Idi Cut dan Idi Rayeuk. Itupun hidup cuma selama 2 jam, kemudian mati lagi, menunggu bak penampungan penuh lagi," ungkap Iskandar. 

 Laporan Seni Hendri Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI - Untuk mengatasi kekurangan air bersih bagi pelanggan wilayah Kecamatan Darul Aman Idi Cut, dan Idi Rayeuk ibu kota Kabupaten Aceh Timur, PDAM Tirta Peusada, Aceh Timur, saat ini sedang membangun jaringan baru untuk optimalisasi air bersih kepada pelanggan di dua kecamatan tersebut.

"Solusi untuk mengatasi kekurangan air bersih di Idi Cut dan Kota Idi, kita saat ini sedang bangun jaringan baru sepanjang 32 kilometer dari Instansi Pengolahan Air bersih (IPA) Buket Tateh, Blang Barom, Kecamatan Ranto Peureulak, " ungkap Direktur PDAM Tirta Peusada, Iskandar SH, kepada Serambinews.com, Jumat (18/3/2022).

Selama ini, ungkap Iskandar, suplai air bersih ke Kecamatan Darul Aman Idi Cut, dan Idi Rayeuk, dalam sehari hanya bisa disalurkan 4 kali (sekali hidup 2 jam).

Hal ini karena distribusi air bersih ke Idi Rayeuk dan Idi Cut disuplai dari IPA Lhoknibong yang sangat jauh.

Iskandar mengatakan, saat ini di Kota Idi sudah ada pelanggan PDAM sekitar 430 sambungan rumah (SR), dan Idi Cut 421 pelanggan. 

"Jadi kendalanya, dari IPA Lhoknibong air diisi dulu ke bak penampungan atau reservoir di Bagok (butuh waktu 4 jam baru penuh). Setelah bak penuh baru didistribusikan ke pelanggan di Idi Cut dan Idi Rayeuk. Itupun hidup cuma selama 2 jam, kemudian mati lagi, menunggu bak penampungan penuh lagi," ungkap Iskandar. 

"Jadi apabila IPA beroperasi 18 jam sehari, maka bak penampungan 4 kali penuh (4 jam sekali isi), jadi yang didistribusikan ke pelanggan di Idi Cut, dan Idi Rayeuk, juga 4 kali dalam sehari (2 jam sekali hidup). Itu apabila tidak ada kendala teknis, maupun faktor alam," ujarnya. 

Jadi itulah, jelas Iskandar, penyebab selama ini distribusi air bersih ke pelanggan di Idi Cut dan Idi Rayeuk kurang maksimal.

"Jadi apabila jaringan baru dari IPA Teumpen nanti sudah berfungsi, maka suplai air dari IPA Lhoknibong ke arah Idi Cut dan Idi Rayeuk, kita tutup, dan kita fokuskan untuk pelanggan di wilayah Barat Aceh Timur sampai Kecamatan Nurussalam, Bagok," demikian Iskandar. (*)

Baca juga: PDAM Tirta Peusada Aceh Timur Bangun Jaringan Baru 32 Km

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved