Serambi Awards 2022

Usman Abdullah, Pelopor Lingkungan Hidup

LANGSA secara geografis terletak di pesisir Pantai Timur Aceh, Dikenal memilki kekayaan alam yang sangat luar biasa diantaranya adalah hutan mangrove.

Editor: IKL
DOK DIAKOMINFO LANGSA
TANAM MANGROVE - Wali Kota Langsa, Usman Abdullah saat menanam tanaman mangrove di Objek Wisata Manggrove Kuala Langsa, Januari 2022. 

Pemko sejak 2013 hingga 2022, terus berkomitmen   menjaga, merawat, membangun, dan menjadikan wisata alam sebagai edukasi yang berbasis lingkungan. USMAN ABDULLAH Wali Kota Langsa

SERAMBINEWS.COM - LANGSA secara geografis terletak di pesisir Pantai Timur Aceh. Dikenal memilki kekayaan alam yang sangat luar biasa diantaranya adalah hutan mangrove yang berada di wilayah Kuala Langsa. Di daerah tersebut dengan luas 8000 hektare yang merupakan mangrove terbesar di Asia Tenggara.

20 persen dari total luas mangrove di dunia yang terdapat lebih dari 35 jenis bakau yang berfungsi sebagai penyeimbang di era deteri- orasi dan pemanasan global. Selain itu, fungsi dari hutan bakau ini ada- lah sebagai paru-paru bumi, me- ngecah intrusi air laut, mencegah erosi, abrasi, penyaring alami dari limbah, dan kawasan sumber ma- kanan bagi beberapa jenis fauna.

Pemerintah Kota Langsa di bawah kepemimpinan Usman Abdullah SE dan Dr H Marzuki Hamid MM atau (Umara), begitu gencar melaksana- kan penanaman pohon mangrove. Upaya perbaikan ekosistem melalui penanaman pohon mangrove ber- tujuan mencegah terjadinya erosi, dan abrasi di pantai.

Selain itu, guna menjaga habi- tat beberapa jenis satwa di pesisir Pantai Timur Aceh tersebut. Karena, semula kawasan mangrove ini menjadi rambahan masyarakat untuk sebagai bahan pokok pembu- atan arang.

Sejak dilantik menjadi Walikota Langsa 27 Agustus 2012, Usman Ab dullah SE dan Dr H Marzuki Hamid MM mulai bergerak cepat untuk mengembangkan potensi yang luar bisa dengan 20 persen dari total luas mangrove di dunia ada di ka- wasan mangrove Kota Langsa, dan berbagai spesis langka dari berba- gai jenis bakau yang ada di kawasan tersebut dengan menjaga kelestari- an alam hayati mangrove.

Sejak dilantik menjadi Walikota Langsa 27 Agustus 2012, Usman Abdullah SE dan Dr H Marzuki Hamid MM mulai bergerak cepat untuk mengembangkan potensi yang luar bisa dengan 20 persen dari total luas mangrove di dunia ada di kawasan mangrove Kota Langsa, dan berbagai spesis langka dari berbagai jenis bakau yang ada di kawasan tersebut dengan menjaga kelestarian alam hayati mangrove.

Semula kawasan mangrove Kota Langsa belum tersentuh. Pada Tahun 2015, Usman Abdullah bersinergi dengan Pemerintah Pusat Melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui Direktur Bina Rehabilitas Hutan dan Lahan. Usman Abdullah berkomitmen untuk mengembangkan kawasan mangrove baik untuk pelestarian lingkungan, tujuan wisata, dan edukasi.

Komitmen Usman Abdullah ini juga didukung oleh pemerintah pusat dengan memberikan kebijakan, dan kearifan lokal dalam memanfaatkan potensi mangrove yang ada memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan mangrove tersebut.

“Kita menginginkan ada program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mencegah terjadinya pengrusakan hutan mangrove di Langsa, melakukan penegakan hukum terhadap pelaku perambahan, serta memberdayakan masyarakat sekitar hutan mangrove agar mereka tidak lagi merambah,” jelas Toke Suuem.

Menurut orang nomor satu di Kota Langsa tersebut, jika masyarakat sekitar hutan mangrove sudah diberdayakan melalui pembukaan lapangan kerja baru yang menghasilkan, mereka tidak akan lagi melakuka perambahan. Untuk itu, dirinya mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan R.I.

“Selama ini masyarakat kan cuma merambah, yang untung kan pengusaha. Maka kita harapkan adanya bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terutama dalam hal pemberdayaan masyarakat dan penegakan hukum terhadap pelaku perambahan,” lanjut Toke Suuem.

Menurutnya, selama ini Pemko Langsa sudah berupaya secara maksimal untuk melakukan penyelamatan hutan mangrove dan penambahan hutan kota, serta menjadikannya sebagai destinasi wisata berbasis ekonomi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

Toke Suuem menegaskan, Pemko Langsa akan terus melakukan pelestarian dan pengembangan hutan kota dan hutan mangrove. Ialah tidak hanya sebagai hutan wisata, tapi juga pusat edukasi dan penelitian.

"Pemko sejak 2013 hingga 2022, terus berkomitmen menjaga, merawat, membangun, dan menjadikan wisata alam sebagai edukasi yang berbasis lingkungan. Sementara masyarakat menyelamatkan kawasan manggrove itu dengan berbagai upaya dalam melindungi biota laut tetap hidup termasuk unggas. Tapi, pemerintah pusat belum ada ada perhatian untuk itu di manggrove Langsa," tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved