Senin, 20 April 2026

Internasional

Penggulingan Cepat Pemerintah Ukraina Gagal, Rusia Terjebak Perang, Perlawanan Ukraina Makin Kuat

Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari 2022 dalam serangan terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II, penggulingan cepat pemerintah Ukraina tampaknya

Editor: M Nur Pakar
AFP/Sergei SUPINSKY
Tentara Ukraina mengambil pecahan roket Rusia ke truk dari sebuah gedung yang rusak parah di Kiev, Kamis (24/3/2022). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari 2022 dalam serangan terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II, penggulingan cepat pemerintah Ukraina tampaknya mungkin terjadi.

Tapi sebulan, tepatnya 24 Maret 2002 setelah pertempuran, Moskow gagal.

Sehingga terjebak perang dalam kampanye militer yang menggerus anggarannya.

Pemerintah dan tentara Ukraina belum mau menyerah.

Bahkan memberi perlawanan dengan makin kuat, berkat bantuan persenjataan Barat.

Berbagai lini pertahanan Ukraina belum bisa ditembus pasukan Rusia, seperti Ibu Kota Kiev, tetap dalam genggaman tentara Ukraina.

Baca juga: Rusia Targetkan Ukraina dari Anti-Rusia Menjadi Negara Netral, Perang Terus Berlanjut Sampai Tujuan

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan pasukan darat Rusia mengatur posisi pertahanan 15 sampai 20 kilometer di luar Kiev, seperti dilansir AP, Kamis (24/3/2022).

Pasukan Rusia tampakya tidak lagi berusaha maju ke kota, dan beberapa daerah timur Kiev, pasukan Ukraina telah mendorong tentara Rusia lebih jauh.

Sebaliknya, pasukan Rusia memprioritaskan pertempuran di wilayah Luhansk timur dan Donetsk di Donbas.

Hal itu dalam upaya memotong pasukan Ukraina dan mencegah mereka bergerak ke barat untuk mempertahankan kota-kota lain.

Dalam pembaruan terakhirnya, Rusia pada 2 Maret 2022 mengatakan hampir 500 tentara tewas dan hampir 1.600 terluka.

NATO memperkirakan, bagaimanapun, antara 7.000 hingga 15.000 tentara Rusia telah tewas.

Baca juga: Pasukan Rusia Tertahan Merebut Kiev, Kota Dibombardir Tanpa Henti, Pasukan Ukraina Beri Perlawanan

Seorang pejabat senior militer NATO mengatakan perkiraan aliansi itu didasarkan pada informasi dari pihak berwenang Ukraina.

Termasuk yang telah dirilis Rusia dengan sengaja atau tidak dan intelijen yang dikumpulkan dari sumber terbuka.

Ukraina juga mengklaim telah membunuh enam jenderal Rusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved