Internasional
Presiden Amerika Serikat Tuduh Vladimir Putin Manfaatkan Minyak Jadi Mesin Perang
Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa mengumumkan kemitraan baru untuk mengurangi ketergantungan pada energi Rusia.
SERAMBINEWS.COM BRUSSELS - Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa mengumumkan kemitraan baru untuk mengurangi ketergantungan pada energi Rusia.
Para pejabat tinggi mencirikan langkah itu sebagai awal dari inisiatif selama bertahun-tahun untuk lebih mengisolasi Moskow setelah invasi ke Ukraina.
Presiden AS Joe Biden pada Jumat (25/3/2022) menegaskan Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan energi untuk memaksa dan memanipulasi tetangganya.
Dilansir AP, Biden menuduh Putin menggunakan keuntungan dari penjualan minyak dan gas untuk menggerakkan mesin perangnya.
Biden mengatakan kemitraan yang dia umumkan bersama dengan seorang pejabat tinggi Uni Eropa akan mengubah dinamika itu,
Khususnya, mengurangi ketergantungan Eropa pada sumber energi Rusia, serta permintaan benua itu untuk gas secara keseluruhan.
Baca juga: Amerika Serikat Bentuk Tim Harimau, Siap Bertindak, Jika Rusia Gunakan Senjata Kimia di Ukraina
Berdasarkan rencana, AS dan negara lain akan meningkatkan ekspor gas alam cair ke Eropa sebesar 15 miliar meter kubik tahun ini.
Bahkan pengiriman yang lebih besar akan dikirimkan di masa depan.
Pada saat yang sama, mereka akan mencoba menjaga tujuan iklim tetap pada jalurnya.
Dengan menyalakan infrastruktur gas dengan energi bersih dan mengurangi kebocoran metana yang dapat memperburuk pemanasan global.(*)
Baca juga: Ukraina Minta Joe Biden Cabut Sanksi ke Roman Abramovich, Bisa Menjadi Kunci Berakhirnya Perang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-as-joe-biden-tentang-isis.jpg)