Sabtu, 2 Mei 2026

Pelatihan

Tingkatkan Kompetensi Pekerja, Aceh Tamiang Gandeng Binalavotas

Dia menjelaskan MoU ini antara lain mendukung program peningkatan kompetensi dan bantuan usaha mandiri program Skill Development Center (SDC). Program

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/ Dok Humas
Bupati Aceh Tamiang, Mursil saat menyampaikan kata sambutan menjelang penandatanganan MoU dengan Binalavotas Kemenaker di Jakarta, Senin (28/3/2022). Program ini mendukung tenaga kerja memiliki skil berdaya saing tinggi. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pemkab Aceh Tamiang resmi menggandeng Ditjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemenaker untuk meningkatkan kompetensi pekerja sekaligus menampung bantuan usaha mandiri.

Kepastian ini diperoleh setelah MoU kerja sama ini ditandangani Bupati Aceh Tamiang, Mursil bersama Dirjen Binalavotas Budi Hartawan di Jakarta, Senin (28/3/2022).

"Siang tadi nota kesepakatan sudah ditandatangani, mudah-mudahan ini langkah maju untuk menciptakan tenaga kerja kita lebih berdaya saing," kata Mursil.

Dia menjelaskan MoU ini antara lain mendukung program peningkatan kompetensi dan bantuan usaha mandiri program Skill Development Center (SDC). Program ini diakuinya sangat positif untuk mengatasi persoalan pengangguran.

Himab Gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar,Ingin Cetak Sosok Safwan Idris, Dayan Dawood & Farid Wajdi

"Artinya program ini jangan disia-siakan, ini peluang untuk mendapatkan bidang usaha untuk meningkatkan perekonomian," ujarnya.

Lebih jauh Mursil menjelaskan program ini sebenarnya lebih mendorong tenaga kerja menjadi wirausaha. Konsep ini sangat sesuai dengan terbatasnya lapangan kerja di Aceh Tamiang.

"Harapan kita program ini membuka lapangan kerja baru, ini solusi paling tepat untuk mengatasi persoalan pengangguran," tukasnya.

RTA Aceh Utara Adakan Pelatihan Ilmu Bagi Harta Warisan Selama Lima Bulan

Sebelumnya Mursil meminta Disnakertrans Aceh Tamiang membuka satu kelas pelatihan khusus untuk alumni dayah. Dia berharap melalui program ini industri di Aceh Tamiang di masa depan akan lebih islami sekaligus memberi kesempatan santri untuk menjadi pengusaha.

Mursil mengaku mendapat inspirasi ini ketika berada di Mekkah dan melihat semua aktivitas pekerjaan berhenti ketika azan berkumandang.

“Kalau ini berjalan, maka Tamiang akan diisi pekerja-pekerja islami. Tidak ada lagi aktivitas ketika azan berkumandang,” kata Mursil.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved