Berita Aceh Tengah
39 Warga Aceh Tengah Jadi Korban Gigitan Anjing Liar, Dinas Kesehatan Gencarkan VAR
“Tentu Dinas Kesehatan sudah melakukan penanganan. Penanganan tersebut adalah kita sudah melakukan Vaksin Anti Rabies (VAR),” bebernya.
Laporan Romadani | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Puluhan warga menjadi korban gigitan anjing di Kabupaten Aceh Tengah, sehingga membuat Dinas Kesehatan setempat melakukan sejumlah tahapan untuk menangani pasien.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah, dr Yunasri, MKes menjelaskan kepada Serambinews.com, Senin (28/3/2022), sampai saat ini data pada dinas tersebut menyebutkan ada 39 orang yang menjadi korban gigitan anjing.
Data tersebut diperoleh dari sejumlah kecamatan yang ada Kabupaten Aceh Tengah.
Jika dilihat dari data per bulan pada tahun sebelumnya, angka tersebut merupakan angka yang paling tinggi.
"Memang kita lihat data dalam dua pekan terakhir ini, angkanya meningkat ada 26 kasus gigitan anjing," jelasnya.
“Tentu Dinas Kesehatan sudah melakukan penanganan. Penanganan tersebut adalah kita sudah melakukan Vaksin Anti Rabies (VAR),” bebernya.
Baca juga: 21 Warga Jalani Perawatan Akibat Digigit Anjing, dr Yunasri Mkes: Sudah Melakukan Vaksin Anti Rabies
Ia melanjutkan, Dinas Kesehatan juga memiliki Pusat Rabies Center yang terdapat di Puskesmas Lut tawar dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon.
"Virus ini berbahaya, yang namanya virus rabies ini menyerang saraf pusat, dan itu bisa menyebabkan kematian," terangnya.
Menurut Yunasri, akibat dari bahaya rabies tersebut, pasien harus melakukan vaksin bertahap sebanyak tiga kali.
Vaksin pertama setelahnya tujuh hari kemudian vaksin kedua, dan hari ke-21 melakukan vaksin ketiga.
Apabila anjing tersebut bertuan atau ada pemiliknya, maka harus melakukan komunikasi, apakah anjing tersebut sudah divaksin atau tidak.
"Jika sudah divaksin maka kita tidak lakukan VAR terhadap pasien, hanya observasi saja. Jika belum divaksin, maka wajib lakukan VAR," terangnya.
Baca juga: Korban Gigitan Anjing di Aceh Tengah Meningkat
"Saat ini, kebanyakan adalah anjing liar maka kita lakukan vaksin 3 kali. Masalah penanganan dari Dinas Kesehatan, kalau masalah pencegahan kita koordinasi dengan Dinas Pertanian," tukas Yunasri.
Yunasri menambahkan, di Kabupaten Aceh Tengah anjing juga diperlukan oleh masyarakat untuk mengusir hama seperti memburu babi.
"Hewan ini juga dibutuhkan oleh masyarakat, tapi kita himbau terdata," tutup Yunasri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jubir-gugus-tugas-covid-19-aceh-tengah-dr-yunasri.jpg)