Rabu, 3 Juni 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Hasil Perundingan Rusia dan Ukraina di Istanbul, Pertemuan Putin dan Zelensky Bakal Terjadi

Medinsky mengklarifikasi dua komponen tersebut adalah komponen militer dan politik, di mana proposal Kiev akan dilaporkan ke Putin.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Anadolu Agency
Perundingan Rusia dan Ukraina yang difasilitasi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul pada hari pertama, Selasa (29/3/2022). 

Berbicara di Istanbul setelah pembicaraan selesai antara kedua belah pihak pada Selasa, Podolyak mengatakan, sekarang ada "kemungkinan" kedua presiden dapat bertemu.

"Kami memiliki dokumen yang disiapkan sekarang yang memungkinkan para presiden untuk bertemu secara bilateral," katanya.

Pembicaraan antara kedua pihak akan "terus online 24/7," kata Podolyak, menambahkan bahwa Ukraina membutuhkan "kata-kata yang jelas secara hukum."

"Delegasi Rusia konstruktif dan eling. Ini tidak berarti negosiasinya mudah. Sangat sulit malahan, tapi pihak Rusia memperhatikan proposal Rusia, proposal Ukraina," tambahnya.

Turki sebelumnya juga menjadi tuan rumah pertemuan pertama antara menteri luar negeri Ukraina dan Rusia pada 10 Maret, setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.

  
Pembicaraan di kota selatan Antalya itu gagal menghasilkan gencatan senjata atau membuat kemajuan nyata lainnya.

Turki sebelumnya menjadi tuan rumah pertemuan pertama antara menteri luar negeri Ukraina dan Rusia pada 10 Maret, setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.

  
Pembicaraan di kota selatan Antalya itu gagal menghasilkan gencatan senjata atau membuat kemajuan nyata lainnya.

Presiden Turki Desak Rusia dan Ukraina Sepakati Gencatan Senjata

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (29/3/2022) mendesak para pejabat Rusia dan Ukraina untuk mencapai gencatan senjata dan mengakhiri tragedi ini.

Dia mengatakan hal itu untuk membuka jalan pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukaina Volodymyr Zelenskyy.

Negosiasi diharapkan berpusat pada keseimbangan tuntutan Rusia untuk demiliterisasi Ukraina dengan kebutuhan Kiev akan jaminan keamanan dari negara-negara termasuk Inggris dan AS.

"Kami percaya perdamaian yang adil tidak akan ada yang kalah, dan konflik yang berkepanjangan bukanlah kepentingan siapa pun," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan menyampaikan itu kepada negosiator Rusia dan Ukraina menjelang pembicaraan di Istanbul, menurut kantor berita resmi Anadolu.

Turki, yang menjadi tuan rumah perundingan, menjaga hubungan baik dengan Moskow dan Kiev.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved