Internasional
Perbankan Turki Masih Takut Layani Warga Rusia, Khawatir Terkena Sanksi AS
Perbankan di Turki masih takut melayani warga Rusia yang ingin melakukan setoran dan transfer.
SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Perbankan di Turki masih takut melayani warga Rusia yang ingin melakukan setoran dan transfer.
Mereka merupakan pelanggan baru, tetapi mendapat sanksi dari Barat, sehingga perbankan Turki takut melanggar sanksi Amerika Serikat (AS).
Hal itu membuat frustrasi beberapa warga Rusia di Turki.
Tapi itu mencerminkan kehati-hatian di seluruh sektor yang berusaha menghindari pengulangan penuntutan AS selama bertahun-tahun.
Dilansir AP, Senin (28/3/2022), sebelumnya, AS memberi sanksi ke pemberi pinjaman negara Turki, Halkbank, yang dituduh membantu Iran menghindari sanksi AS.
Regulator bank BDDK mengatakan tidak memberikan instruksi untuk membatasi warga negara manapun.
Baca juga: Menteri Luar Negeri Turki Klaim, Rusia dan Ukraina Akan Segera Mencapai Kesepakatan Damai
Tetapi sumber perbankan senior mengatakan sanksi itu tetap dianggap sebagai risiko baru dan telah bertemu beberapa kali untuk membahasnya sejak perang di Ukraina dimulai 24 Februari 2022.
Dikatakan, perusahaan dan konglomerat besar Turki memiliki aset lebih dari $10 miliar di Rusia.
Saat ini, Moskow mendesak mereka untuk melanjutkan operasi dan membayar pekerja atau berisiko bangkrut.
Banyak dari mereka melakukan jauh lebih banyak bisnis di Barat dan mungkin harus membuat keputusan biner.
Apakah akan meninggalkan Rusia seperti yang telah dilakukan beberapa merek besar AS dan Eropa.
Apalagi, tahun lalu mendapat pukulan keras, seusai pengawas internasional, Gugus Tugas Aksi Keuangan, menurunkan peringkat Turki ke daftar abu-abu.
Turki dinilai gagal mencegah pencucian uang dan pendanaan teroris.(*)
Baca juga: Vladimir Putin Telepon Presiden Turki, Sampaikan Tuntutan Rusia ke Ukraina, Syarat Perang Berakhir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ATM-Sejumlah-Bank-di-Turki.jpg)