Breaking News

Harg Elpiji

Jeritan Warga Pulo Aceh soal Harga Elpiji 3 Kg Capai Rp 35 Ribu di Pangkalan, Ini Kata Hiswana Migas

Kondisi yang sudah berlangsung lama tersebut dikeluhkan oleh Muhajir, salah seorang warga Pulo Aceh, kepada Serambinews.com, Rabu (30/3/2022).

Penulis: Misran Asri | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBI/M ANSHAR
Warga antre untuk membeli elpiji 3 Kilogram di Gampong Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (16/9/2015). Elpiji 3 Kg dijual untuk masyarakat ekonomi lemah seharga Rp 16.000 per tabung, sementara masyarakat ekonomi mapan dianjurkan untuk menggunakan elpiji 12 Kg. SERAMBI/M ANSHAR 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga gas elpiji 3 kg di Pulo Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, mencapai Rp 35 ribu dan dijual di pangkalan resmi yang ada di sana.

Harga tersebut dinilai sangat 'mencekik', mengingat sebagian besar masyarakat di pulau terluar itu berprofesi sebagai nelayan tradisional.

Kondisi yang sudah berlangsung lama tersebut dikeluhkan oleh Muhajir, salah seorang warga Pulo Aceh, kepada Serambinews.com, Rabu (30/3/2022).

Ia pun mengungkapkan warga di 12 gampong dalam dua mukim Pulo Breuh, masing-masing Mukim Pulo Breuh Utara dan Pulo Breuh Selatan, sangat-sangat bergantung dengan keberadaan satu pangkalan gas elpiji 3 kg itu, sehingga mau tidak mau, terang Muhajir, harga Rp 35 ribu yang dijual pangkalan dimaksud tetap harus diambil dan dibeli oleh warga.

Wow! Harga Elpiji 12 Kilo di Aceh Singkil Naik Rp 50 Ribu jadi Rp 215 Ribu per Tabung

Meski, masyarakat harus merogoh kantong dalam jumlah yang cukup besar dibandingkan harga eceren tertinggi (HET) di luar Pulo Aceh.

"Kami harus menerima kenyataan pahit ini pak. Karena itu, kami mohon perhatian dari Pemerintah Aceh Besar dan lembaga serta instansi terkait untuk melakukan pemantauan dan pengawasan, jangan suka-suka mereka memainkan harga yang justru menyengsarakan masyarakat. Kasihan masyarakat," pungkasnya.

Sementara Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin yang dihubungi Serambinews.com, Rabu (30/3/2022) mengungkapkan pihaknya akan mendalami informasi itu dan kalau benar akan segera berkoordinasi dengan Pertamina.

"Kalau benar masyarakat di Pulo Aceh harus membayar Rp 35 ribu untuk bisa mendapatkan gas elpiji 3 kg dari pangkalan, tentu kondisi ini sangat disayangkan," kata Nahrawi.

Menurutnya, harga Rp 35 ribu/tabung gas elpiji itu sangat jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 18.000/tabung.

"Memang ada cost tambahan untuk ongkos angkutan laut dan biaya bongkar tabung. Tapi, juga tidak lantas mempermainkan harga jualnya dipatok pada angka Rp 35 ribu per tabung," terang Toke Awi, sapaan akrab untuk Nahrawi Noerdin.

Harga Elpiji Melon Rp 35 Ribu/Tabung, Warga Masak Pakai Kayu Bakar

Harga Rp 35 ribu/per tabung yang harus dibayar oleh masyarakat Pulo Aceh Itu tinggi sekali.

"Kasihan masyarakat, apalagi sebagian besarnya masyarakat berprofesi nelayan tradisional, berapa lah penghasilan mereka, harusnya hal-hal seperti itu jadi pertimbangan dan pemikiran kita bersama," ungkapnya.

Meski ada cost tambahan biaya pengangkutan laut dan ongkos bongkar muat sebut Nahrawi, tapi harga yang wajar itu kisaran Rp 25 hingga 28 ribu/tabung.

"Tentu hal ini perlu dicari tahu ke pangkalannya, mengapa sampai hati menjual sampai Rp 35 ribu per tabung. Kita akan mendalami lagi, berapa sebenarnya harga tebus pangkalan ke agen, sehingga harga jualnya mencapai 35 ribu. Kami akan dalami informasi ini dan akan berkoordinasikan dengan Pertamina. Mudah-mudahan segera terselesaikan," jelas Nahrawi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved