Berita Luar Negeri

Mahasiswa Asal Aceh di Inggris Tetap Gelar Tradisi Meugang

Sejumlah mahasiswa asal Aceh yang sedang menempuh pendidikan di Leeds, Inggris turut merayakan tradisi meugang menyambut Ramadhan 1443 Hijriah

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Mahasiswa Aceh di Inggris befoto bersama usai merayakan meugang bersama, Sabtu (2/4/2022) 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, INGGRIS - Sejumlah mahasiswa asal Aceh yang sedang menempuh pendidikan di Leeds, Inggris turut merayakan tradisi meugang menyambut Ramadhan 1443 Hijriah pada Sabtu (2/4/2022).

Harisul Amal, mahasiswa yang berkuliah di Leeds Beckett University dalam keterangan tertulisnya kepada Serambinews.com, Minggu (3/4/2022) menyatakan saat ini ada sepuluh mahasiswa asal Aceh yang menempuh studi di salah satu kota metropolitan di Inggris tersebut.

Acara meugang ini, kata Harisul, diadakan sebagai wadah silaturahmi perantau asal Aceh di sini agar tetap menjaga identitas keacehan meskipun sedang berada di luar negeri. 

Baca juga: KWPSI Kembali Gelar Meugang Bersama Jelang Ramadhan

"Meskipun cuaca sangat dingin 1 derajat celsius, tetapi suasana ini terasa sangat hangat karena rasa kekeluargaan yang tercipta. Terlebih kita juga masak kuah beulangong, jadi rasanya seperti di rumah," kata mahasiswa asal Ulee Kareng ini.

"Tema acara kita adalah 'tetap kompak meusapat di negeri Ratu Elizabeth', jadi kita harus kompak karena kita senasib dan seperjuangan," tambah dia.

Baca juga: Setelah 2 Kali Puasa, Malaysia Kembali Bergairah, Shalat Tarawih Diizinkan di Semua Masjid dan Surau

Hal senada diungkapkan Fiona Zakaria, yang juga bertindak sebagai chef.

Menurutnya ada tantangan tersendiri dalam membuat bumbu kuah beulangong di Inggris.

Karena bahan yang dibutuhkan sangat terbatas sehingga butuh beberapa penyesuaian.

"Seperti nangka muda susah carinya, jadi terpaksa pakai yang kalengan, karena cari pohon nangka di sini tidak ada.

Terkait bumbu juga kita harus menakar sendiri, kalau di Aceh kan mudah tinggal ke pasar pergi ke tukang giling," ujar peneliti post doctoral teknik lingkungan di University of Leeds ini.

Selain kuah beulangong sebagai menu utama, lanjut Fiona, makanan-makanan Indonesia seperti pisang goreng, bakwan, dan sebagainya juga tersaji di acara ini.

"Sebelumnya juga kita masak kuah pliek, ini adalah cara kita mengobati kerinduan pulang ke Aceh," tutupnya.(*)

Baca juga: Tentara Rusia yang Mundur Tinggalkan Bencana, Presiden Ukraina Ungkap Bahaya yang Bakal Dihadapi

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved