Selasa, 21 April 2026

Ramadhan 2022

Omzet Penjualan Sirop Cap Patung dalam Bulan Puasa Bisa Capai 15.000 Lusin/Hari

Syahril mengatakan, satu bulan lagi menjelang bulan suci Ramadhan, biasanya pabrik sirop cap Patung yang ada di Medan, tidak lagi melayani order pembe

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/ HERIANTO
Pedagang sirup di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, sedang perlihatkan stok sirup cap patung Kurnia yang dimilikinya sudah tinggal sedikit, dampak dari tingginya permintaan sirup tersebut pada puasa Ramadhan tahun ini. 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kalangan pedagang grosir sirop cap patung di Banda Aceh dan Aceh Besar memperkirakan, omzet penjualan sirop cap Patung di Aceh dalam bulan puasa bisa mencapai angka kisaran 10.000 – 15.000 lusin per hari.

“Pada minggu pertama puasa ini harganya sudah mencapai Rp 235.000/lusin, maka untuk belanja sirop cap patung saja, masyarakat Aceh harus mengeluarkan dana sekitar Rp 2,35 – Rp 3,52 miliar/hari, “ ungkap seorang pedagang grosir di Pasar Induk Lambaro, Syahril kepada Serambi, Minggu (3/4/2022) ketika dimintai keterangannya terkait perkiraan omzet penjulan sirup cap patung di Aceh.

Syahril mengatakan, satu bulan lagi menjelang bulan suci Ramadhan, biasanya pabrik sirop cap Patung yang ada di Medan, tidak lagi melayani order pembelian, dengan alasan order sirop cap Patung yang masuk beberapa bulan sebelumnya, belum semuanya bisa dipenuhi menjelang bulan puasa Ramadhan.

Ini Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Ramadhan, Amalan yang Dapat Dilakukan untuk Tambah Pahala

Kalau ingin beli sirop cap patung di Medan, kata Syahril, lima atau tiga bulan menjelang bulan puasa, harus sudah mengordernya lima atau tiga bulan sebelum puasa.

"Kalau kita sudah menjadi pelanggan tetap dan utama sirop cap patung, pembelian bisa dengan cara kredit, tapi satu bulan menjelang pauasa, jika pabrik masih punya stok di gudang, pembeliannya harus dengan bayar kontan," ujarnya.

Sirop cap patung, kata Syahril, sudah punya pembeli tetap, karena pemasarannya sudah hampir mencapai seluruh Indonesia.

Dua puluh tahun lalu, pemasarannya masih sekitar Aceh dan pulau Sumatera, tapi kini sudah meluas ke pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Irian.

Makanya kalau mau pesan sirop cap patung dalam jumlah minimal 500 lusin, harus dilakukan lima atau tiga bulan sebelum bulan masuk bulan puasa Ramadhan atau lebaran Idul Fitri.

Kenaikan harga jual sirop cap patung menjelang dan pada bulan puasa Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, kata Syahril, disebabkan barangnya sudah langka, karena permintaannya tinggi, terlebih pada puasa Ramadhan 1443 hijriah, setelah kasus covid 19 cenderung menurun, dimana berbagi kegiatan usaha makanan dan minuman kembali bergairah lagi di berbagai daerah, permintaan sirop cap patung jadi naik sangat tinggi.

Bulan puasa Ramadhan tahun lalu, ungkap Syahril, penjualan sirop cap patung tidak sebanyak tahun ini. Bulan puasa tahun lalu, per harinya laku sekitar 10 – 20 lusin. Tapi puasa tahun ini, kenaikannya sangat tinggi, per hari bisa laku 50 – 100 lusin. Sirop cap patung yang kita pasok bulan lalu ada sekitar 1.000 lusin, kini tinggal 200 lusin lagi, lainnya sudah habis.

Pada bulan ini, kata Syahril, dirinya sudah mengorder 1.000 lusin lagi, tapi pihak pabrik belum menjawabnya dan harus menunggu antrean pesanan yang sudah masuk lebih dulu. Kenaikan harga jual sirop cap patung Kurnia pada minggu pertama puasa ini, karena stoknya sudah menipis, sementara permintaannya masih sangat tinggi.

Pedagang sirop cap patung lainnya di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar Ridwan mengatakan, harga penjualan sirop cap patung tahun ini sangat tinggi, disebabkan beberapa faktor. Pertama, harga jual di pabriknya memang sudah tinggi, dampak dari kenaikan PPN sebesar 1 persen dari 10 persen menjadi 11 persen. Kemudian, pengaruh kenaikan harga gula pasir dunia, sehingga mendorong pihak pabrik harus menaikkan harga tebusnya.

Harga tebusnya sirop cap patung di Medan pada minggu pertama bulan puasa Ramadhan ini sudah mencapai Rp 225.000/lusin, dari sebelumnya Rp 218.500/lusin. Jadi, wajar saja, kalau di Pasar Induk Lambaro dan Pasar Kampung Baru, harga jual eceran sirop cap patung saat ini sekitar Rp 235.000/lusin.

Aldi, pedagang sirop lainnya mengatakan, sebenarnya masih ada satu merek sirop warna merah yang mirip dengan rasa sirop cap patung Kurnia, yaitu sirop merek Tawon. Rasanya hampir sama dengan sirop cap patung Kurnia dan harganya kini hanya sekitar Rp 220.000/lusin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved