Azan Magrib Diputar Lebih Cepat, Banyak Pendengar Radio Batal Puasa, Penyiar Kini Minta Maaf
Seorang penyiar radio meminta maaf lantaran sudah memutarkan azan magrib lebih cepat dari waktunya.
SERAMBINEWS.COM - Seorang penyiar radio meminta maaf lantaran sudah memutarkan azan magrib lebih cepat dari waktunya.
Karena kesalahannya, sebagian pendengar radio pun batal puasa.
Kejadian itu viral di media sosial hingga sang penyiar radio memberikan klarifikasi.
Insiden tersebut rupanya terjadi di Malaysia.
Di bulan Ramadan seperti saat ini, azan maghrib menjadi salah satu hal yang paling ditunggu.
Sebagai penanda waktu berbuka, umumnya masyarakat memakai acuan dari azan di masjid, televisi sampai radio.
Dikutip dari Astro Awani, penyiar radio yang melakukan kesalahan fatal tersebut adalah Mohd Safwan.
Mohd Safwan tampak meminta maaf dan menyesali perbuatannya kepada publik karena melakukan kesalahan teknis.
Mohd Safwan mengaku sudah menyiarkan azan maghrib empat menit lebih awal di Kota Tawau, Sabah, Malaysia.
"Saya dengan rendah hati, secara pribadi, meminta maaf kepada masyarakat Tawau yang terkena dampak situasi ini" dikutip Selasa (5/4/2022).
Melalui TribunSyle 'Viral Radio Putar Azan Maghrib 4 Menit Lebih Awal, Banyak Pendengar Batal Puasa'.
Mohd Safwan menegaskan jika kesalahan tersebut murni karena dirinya dan bukan pihak radio.
"Kesalahan ini adalah kesalahan dari diri saya sendiri dan bukan RTM Tawau atau Tawau FM," papar Mohd Safwan"
Jika ingin tahu, untuk wilayah Tawau waktu Maghrib adalah pukul 18.20 WIB namun si penyiar acara mengumandangkan adzan pukul 18.16 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mohd-Safwan-penyiar-radio-di-Malaysia.jpg)