Ramadhan 2022
Melihat Semangat Warga Komplek Aceh Relief Hidupkan Malam Ramadhan di Tengah Keterbatasan
Ramadhan tahun ini adalah yang pertama kali warga komplek melaksanakan shalat tarawih setelah dua tahun terakhir mushala tidak layak pakai.
Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Ansari I Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Bulan Ramadhan telah tiba menyapa umat Islam.
Kehadirannya disambut penuh suka cita karena di dalamnya terdapat fadhilah dan pahala yang berlipat ganda.
Hampir setiap masjid, mushala dan balai terlihat ramai dengan jamaah yang melaksanakan shalat tarawaih, tadarus dan pengajian anak-anak.
Tidak terkecuali bagi warga Komplek Aceh Relief, Desa Durung, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar.
Warga komplek yang dihuni sekitar 50 kepala keluarga ini turut mengisi Ramadhan tahun ini dengan mendirikan shalat tarawih, tadarus dan shalat fardhu lima waktu dengan penuh keterbatasan.
Kondisi keterbatasan ini dikarenakan kontruksi mushala yang masih dalam proses pembangunan.
Namun segala keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk menghidupkan Ramadhan dengan berbagai amalan pengajian, tadarus dan shalat tarawih.
"Kita sudah bertekad bagaimana pun untuk Ramadhan tahun ini mushala harus kita fungsikan. Semangat ini juga didorong oleh keinginan ibu-ibu komplek yang sangat antusias agar bisa melaksanakan shalat tarawih pada bulan Ramadhan tahun ini," tutur M Yusuf, imum chiek mushala Komplek Aceh Relief kepada Serambinews.com, Selasa (6/4/2022).
Sebelumnya sejak dua tahun terakhir mushala yang menjadi pusat kegiatan keagamaan warga komplek korban tsunami ini tidak berfungsi karena tak layak pakai setelah bangunan yang pertama berkontruksi kayu lapuk dan dirobohkan untuk dibangun mushala baru.
Pada awalnya, pembangunan dilakukan dengan sumbangan dana dari donatur.
Namun hanya berhasil pada tahap membangun pondasi dan tiang-tiang penyangga utama.
Kemudian wabah pandemi covid-19 melanda tahun 2020, sejak saat itu proses pembangunan mushala terkendala dana, dan terhenti hampir dua tahun.
Untuk kelanjutan pembangunannya, Pemerintah Desa Durung baru-baru ini mengalokasikan sejumlah dana desa untuk menambah kontruksi bangunan berupa dinding, sekat ruangan dan lainnya.
Hingga sekarang kontruksi bangunan sudah berdiri sekitar 50 persen.
Tarawih pertama
Sejak mushala pertama dirobohkan, semua kegiatan keagamaan di komplek Aceh Relief terhenti total.
Termasuk kegiatan pengajian anak-anak, yang sekarang meminjam rumah warga komplek sebagai tempat pengajian sementara.
M Yusuf dan warga Komplek Aceh Relief berharap agar pembangunan mushala bisa dilanjutkan.
Namun pihaknya belum mengetahui dari mana sumber dananya.
Ramadhan tahun ini adalah yang pertama kali warga komplek melaksanakan shalat tarawih setelah dua tahun terakhir mushala tidak layak pakai.
Untuk gambarannya, hingga saat ini kondisi mushala juga masih sangat jauh dari layak pakai.
Lantainya masih berupa tanah yang kini dilapisi ambal bekas, dinding belum diplaster dan tidak ada atap serta pintu.
Untuk menahan air hujan dan panas matahari, warga membentangkan terpal plastik sebagai atap.
"Beberapa hari ini hujan, dan air merempes masuk ke dalam ruangan mushala sehingga tanah jadi becek," sebut M Yusuf.
Meskipun di tengah keterbatasan, semangat warga untuk beribadah sangat tinggi.
Setiap malam jamaah tarawih memenuhi shaf mushala.
Karena kapasitasnya juga terbatas, mushala hanya mampu menampung puluhan jamaah.
"Semoga apa yang kita gerakkan pada bulan Ramadhan yang mulia ini bisa berlangsung untuk seterusnya dan hari-hari mendatang mushala akan kita hidupkan dengan kegiatan keagamaan dan shalat lima waktu," tutur M Yusuf.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tarawih-76767.jpg)