Berita Pidie
Petani di Pidie Mulai Resah Akibat Tanaman Padi Diserang Hama Penggerek
Petani di Gampong Dayah Teungoh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie dalam dua pekan terakhir mulai resah
Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Idris Ismail I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Petani di Gampong Dayah Teungoh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie dalam dua pekan terakhir mulai resah.
Pasalnya, tanaman padi yang ditanami dihamparan lahan produktif mulai diserang hama penggerek batang.
"Jika tidak disahuti oleh pemerintah terutama instansi terkait yaitu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang), maka tanaman padi yang masih berusi 42 hari akan terancam gagal panen," sebut Marwan Sabi (62) kepada Serambinews.com, Rabu (6/4/2022).
Menurut Marwan Sabi atau lebih kerap disapa Apa Cut, adapun lahan tanaman padi yang mulai diserang hama itu berkisar 1 Ha lebih masing-masing milik Ilyas Daud, Saiful Bahri, M Dahlan, Syakban serta Muhajir.
Baca juga: VIDEO Bupati Pidie Abusyik Sulap Kebun Jadi Lahan Tanam Padi Alami di Kaki Bukit Barisan
Jika tidak segera dilakukan edukasi atau upaya penyelamatan dari pihak penyuluh pertanian yang bernaung pada Distanpang, maka virus hama penggerek ini akan menjalar ke tanam padi ratusan petani lainnya.
Apalagi dalam hamparan tanaman padi di Dayah Tengoh serta milik warga Gampong Puuk, Baroh, Lampeude Tunong, Lampeudeu Baroh, Paya serta Tijue dengan berbagai jenis verietas baik Chiherang, Mikonga, maupun MR.
Diakui Apa Cut, selama ini para petani telah berusaha melakukan penyemprotan dengan mengeluarkan biaya mahal demi menyelamatkan aset pangan tersebut.
"Kami mendesak Distanpang segera turun tangan untuk menyelamatkan tanaman padi yang masuk tahap pembuahanan," jelasnya.
Menindaklanjuti keluhan para petani di Kecamatan Pidie tersebut.
Baca juga: Mobil Brio dan Honda Vario Tabrakan di Bireuen, Seorang Meninggal Dunia
Kepala Distanpang Pidie, Ir Hasballah MM kepada Serambinews.com, Rabu (6/4/2022) mengatakan, pihaknya segera menurunkan tim penyuluh berupa tim hama dan penyakit ke lokasi untuk melakukan pendataan dan pengamatan secara ril.
"Hasil amatan ini menjadi dasar utama untuk kami lakukan upaya penyelamatan tanaman padi terutama dengan langkah penyemprotan," jelasnya.
Selain itu juga, tim pengendali hama dan penyakit juga akan mengambil sampel tanaman padi untuk dikaji secara lebih menyeluruh baik jenis hama dan luas hamparan.
"Hari ini juga kami tindaklanjuti demi menyelamatkan tanaman padi warga," ujarnya. (*)
Baca juga: Kunker Ke Abdya, Kajati Aceh Tegaskan Kepada Seluruh Jaksa Jangan Main Proyek
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hama-penggerek_hama-padi_pidie.jpg)